Publishare.id- Bupati Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2025–2029, yang merupakan fondasi awal dari pelaksanaan RPJPD 2025–2045, menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Thariq Modanggu dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Musrenbang hari ini.
“Atas nama pemerintah daerah saya ucapkan banyak terimakasih kepada pihak DPRD, Organisasi perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, media, serta seluruh elemen yang telah berkontribusi pada Musrenbang RPJMD,” kata Bupati Thariq Modanggu, Selasa (16/9/2025).
Bupati Thariq juga menambahkan, dalam membangun daerah, tentu sangat membutuhkan refleksi dan pesan perencanaan, dimana pesan penting yang ingin saya sampaikan dalam momentum perencanaan ini:
“Pekerjaan yang baik tanpa perencanaan hanya akan menjadi sulit. Perencanaan yang baik tanpa pelaksanaan akan hanya menjadi arsip.” kutipan H. Jusuf Kalladan
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri tegak sebagai bangsa merdeka.” kutipan Ir. Soekarno.
Pada kesempatan itu juga Bupati Thariq Modanggu turut memaparkan, Capaian Periode Sebelumnya (2020–2024) dimana Beberapa indikator makro pembangunan yang berhasil di capai dimana, Pertumbuhan Ekonomi naik dari -0,02% (2020) menjadi 4,17% (2024). Tingkat Kemiskinan turun dari 17,23% (2021) menjadi 16,86% (2024). IPM (Indeks Pembangunan Manusia) meningkat dari 64,52 (2019) menjadi 68,83 (2024). Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari 5,21% (2020) menjadi 2,79% (2024). Gini Rasio meningkat dari 0,409 (2020) menjadi 0,435 (2024). PDRB Per Kapita naik dari Rp27.444.560 (2020) menjadi Rp33.443.640 (2024).
“Dalam capaian itu, tentu ada tantangannya, dan Beberapa tantangan strategis yang perlu menjadi perhatian bersama yakni,
Ketercapaian SDGs 2030: Kemiskinan, sanitasi, lingkungan, dan lainnya.Target RPJMD harus menunjang pencapaian ini, termasuk kolaborasi regional dan nasional,” ungkap Bupati.
Dalam kepemimpinan selama lima tahun mendatang, Bupati Thariq Modanggu menekankan Lima Misi Pembangunan, Reformasi birokrasi, pelayanan publik, budaya kerja produktif, Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan sosial berkelanjutan, Pemerataan dan pertumbuhan ekonomi, daya saing, investasi, Konektivitas dan infrastruktur, integrasi kawasan IKN dan maritim utara, Lingkungan hidup, sosial layak, budaya dan kearifan lokal.
“Kita punya Program Unggulan, seperti Gerakan G2-10 (2 kambing & 10 ayam), Revitalisasi Mopomulo & Pertanian, UMKM Bercahaya, Perikanan (Tangkap & Budidaya), Pengembangan Pariwisata, Jaminan sosial (kesehatan, kecelakaan, kematian), Rumah Sehat & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Pendidikan “Gratis & Berkualitas”, bantuan studi, Pemberdayaan pemuda, olahraga, seni, budaya, keagamaan, Tolopani Awards (penghargaan untuk tokoh inspiratif),Koperasi, Ekonomi Kreatif, Skill Milenial & Gen Z, Penataan Infrastruktur Kawasan Perkotaan, Optimalisasi ADD hingga 100 juta/desa, Gerakan Motabi Kambungu, Strategi KSKK dan Program BERPADU, Gerakan Keluarga-Kasih-Sayang, Pemutakhiran DTSEN, Apel KDO, Alsintan, Penataan Aset, Penguatan Kelembagaan KOPDES & Masjid-Gereja,” terangnya.
“Saya mengajak seluruh peserta forum untuk memberikan masukan, kritik, dan saran secara terbuka dan konstruktif. RPJMD ini bukan hanya dokumen administratif, namun harus menjadi manifestasi kehendak rakyat dan komitmen kolektif kita semua demi masa depan Gorontalo Utara yang lebih baik,” pungkasnya.












