Publishare.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menyalurkan bantuan sosial ke pemukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dusun Buade, Desa Didingga, Kecamatan Biau. Penyaluran bantuan ini dilakukan atas nama Anggota DPR RI, Rachmat Gobel, yang turut hadir meninjau langsung kondisi warga setempat.
Ketua DPRD Gorontalo Utara, Dedy Dunggio, saat memberikan keterangan di Gorontalo, Minggu, (07/6/2026) menyampaikan bahwa bantuan ini disalurkan melalui Fraksi Nasdem DPRD. Langkah ini bukan hanya bentuk dukungan materi, tetapi juga upaya membangun kembali semangat dan optimisme masyarakat pasca diterjang banjir bandang yang melanda pada Selasa, 26 Mei lalu. Bencana tersebut diketahui telah memporak-porandakan pemukiman warga di wilayah itu.
Menurut Dedy, upaya penanganan yang sedang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II untuk merehabilitasi Sungai Didingga perlu didukung sepenuhnya. Ia menekankan bahwa Desa Didingga memerlukan perhatian serius agar terbebas dari ancaman banjir, sehingga wilayah tersebut dapat dibangun kembali dengan lebih baik.
“Harapan kami, masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa cemas atau was-was bahwa banjir akan datang kembali. Dukungan moril pun terus kami berikan, apalagi penyaluran bantuan ini sudah yang kesekian kalinya. Sebelumnya, bantuan juga sudah disalurkan melalui Sekretariat DPRD atas nama lembaga, maupun secara pribadi oleh masing-masing anggota dewan,” ujar Dedy.
Ia juga menambahkan, pihaknya terus berupaya menumbuhkan harapan besar bagi warga agar desa ini dapat dibangun ulang dengan perencanaan yang lebih matang. Terlebih lagi, Rachmat Gobel telah berjanji akan memperjuangkan alokasi anggaran guna pelaksanaan rehabilitasi Sungai Didingga secara permanen. Selain itu, bantuan untuk perbaikan rumah warga yang terdampak bencana, seperti penyediaan cat bangunan, juga akan kembali disalurkan.
Sementara itu, salah satu warga KAT Didingga, Norma Olii, menceritakan bahwa pemukiman tersebut telah berdiri selama sekitar 12 tahun dan kerap mengalami banjir, namun bencana yang terjadi akhir-akhir ini adalah yang terparah.
“Pemukiman kami ini memang berada di bantaran sungai, dan ini bukan banjir yang pertama kali terjadi. Sebelumnya saat perayaan Idul Fitri tahun lalu, banjir juga melanda dan tanggul sungai sempat diperbaiki, namun perbaikannya tidak bersifat permanen. Kami sangat berharap pembangunan dan penanganan kali ini benar-benar permanen, agar mampu mencegah datangnya banjir yang sangat menakutkan bagi kami,” ungkap Norma.












