Bandara, Pelabuhan, Terminal Dijaga 24 Jam, Sagita Wartabone Pastikan Kontingen PENAS Terlayani

Publishare.id – Menyambut kedatangan ribuan peserta Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII, Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo bersama Panitia Pelaksana Bidang Transportasi terus mengoptimalkan layanan transportasi gratis dengan sistem siaga 24 jam sesuai dengan instruksi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia dapat tiba dan terdistribusi ke lokasi kegiatan maupun pemondokan dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, menegaskan bahwa kenyamanan dan keselamatan peserta menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ajang nasional tersebut.

“Sesuai dengan instruksi pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur, Kami memegang komitmen tinggi bahwa kenyamanan peserta adalah prioritas utama kami. Seluruh jajaran Dinas Perhubungan bersama panitia transportasi diinstruksikan untuk bergerak cepat dan sigap di setiap pintu masuk. Tidak boleh ada satu pun kontingen yang telantar karena kendala akomodasi. Bus gratis ini adalah bentuk pelayanan maksimal pemerintah demi kesuksesan PENAS XVII Provinsi Gorontalo,” ujar Sagita Wartabone, Kamis (18/6/2026).

Sagita juga menjelaskan pelayanan transportasi dipusatkan pada tiga gerbang kedatangan utama, yakni bandara untuk jalur udara, pelabuhan untuk jalur laut, dan terminal untuk jalur darat.

“Dari titik-titik tersebut, peserta langsung diantar menuju lokasi utama kegiatan PENAS KTNA XVII maupun area pemondokan yang telah disiapkan panitia,” katanya.

Layanan penjemputan lanjut Sagita, telah beroperasi penuh selama 24 jam sejak 15 Juni hingga Rabu, 17 Juni 2026. Pada periode awal ini, panitia mengerahkan lima unit bus milik Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk melayani pergerakan peserta yang belum memiliki kendaraan operasional mandiri.

Koordinasi teknis di lapangan dipimpin oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan, Nurhasyim Pakaya, dengan mengintegrasikan data manifes kedatangan dan ketersediaan armada secara real time. Hasilnya, sebanyak 690 peserta berhasil dilayani melalui tiga jalur kedatangan resmi.

“Dari jalur udara, tercatat 462 peserta tiba menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air. Mereka berasal dari berbagai daerah, antara lain Aceh, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Bali, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Kalimantan Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Lampung, Jambi, Papua, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Jawa Barat,” jelasnya.

Sementara itu, melalui jalur darat sebanyak 252 peserta telah dilayani, yang didominasi kontingen Kalimantan Timur sebanyak 210 orang, Maluku Utara sebanyak 32 orang melalui Manado, serta Sulawesi Tengah sebanyak 10 orang. Panitia juga menangani konvoi mandiri kontingen Sulawesi Barat yang menggunakan tiga unit bus dan 26 minibus.

Adapun melalui jalur laut, sebanyak 42 peserta dari kontingen Sulawesi Tenggara dijemput langsung di pelabuhan setelah tiba menggunakan KM Tilongkabila.

Untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan yang lebih besar, panitia telah melakukan analisis berkala terhadap data manifes peserta. Hasil proyeksi menunjukkan peningkatan signifikan arus kedatangan pada 18 dan 19 Juni 2026.

Pada 18 Juni, jumlah peserta yang diperkirakan tiba mencapai 712 orang, sementara pada 19 Juni diprediksi melonjak hingga 1.348 orang, menjadi puncak kedatangan kontingen selama pelaksanaan PENAS KTNA XVII.

Lonjakan tersebut dipicu oleh tambahan penerbangan (extra flight) serta kedatangan rombongan besar melalui jalur darat, termasuk kontingen Sulawesi Tengah sebanyak 383 orang dan Kalimantan Tengah sebanyak 125 orang yang masuk melalui terminal.

Sebagai langkah antisipatif, operasional penjemputan selanjutnya akan diperkuat dengan 19 unit bus bantuan Kementerian Perhubungan. Penambahan armada ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan kapasitas angkut di lapangan sekaligus mencegah penumpukan peserta di area bandara, pelabuhan, maupun terminal.

Melalui layanan transportasi gratis yang terintegrasi dan siaga penuh selama 24 jam, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis seluruh rangkaian kedatangan kontingen PENAS KTNA XVII dapat berlangsung lancar, tertib, dan memberikan pengalaman terbaik bagi ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Komentar