Publishare.id- Dedikasi dan ketulusan Ahyar Pakaya dalam mewujudkan pembangunan Masjid At-Thoriq di kawasan wisata Pulau Dionumo, Kecamatan Sumalata Timur, akhirnya mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.
Pada pelaksanaan Festival Dionumo yang berlangsung selama empat hari, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, secara langsung menyerahkan piagam penghargaan kepada Ahyar Pakaya sebagai sosok yang menjadi inisiator pembangunan masjid yang kini menjadi ikon religi baru di destinasi wisata unggulan tersebut.
Dalam wawancara bersama Publishare.id, Ahyar Pakaya mengisahkan perjalanan panjang yang penuh tantangan hingga akhirnya Masjid At-Thoriq dapat berdiri megah di Pulau Dionumo.
Menurut Ahyar, lokasi yang saat ini menjadi tempat berdirinya masjid merupakan tanah warisan dari orang tuanya. Berawal pada tahun 2024, ia bersama sejumlah warga memiliki mimpi besar menghadirkan rumah ibadah di kawasan wisata yang dikenal dengan panorama alamnya tersebut.
“Mimpi membangun masjid di Pulau Dionumo itu kami mulai bersama beberapa warga. Saat itu saya menyampaikan niat tersebut kepada Rizal Ngou, salah satu warga Desa Deme II,” ungkap Ahyar.
Setelah berdiskusi, Ahyar bersama warga lainnya berinisiatif memulai pembangunan dengan membuat pondasi masjid. Namun, keterbatasan anggaran membuat proses pembangunan terhenti dan hanya menyisakan struktur pondasi yang belum dapat dilanjutkan.
Di tengah kondisi tersebut, Ahyar tidak menyerah. Ia tetap menjaga lokasi pembangunan dengan membersihkan semak belukar yang mulai menutupi area pondasi masjid.
Tanpa sepengetahuannya, aktivitas itu direkam oleh Rizal Ngou. Video singkat tersebut kemudian dikirimkan kepada Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu.
Video itu menjadi titik balik bagi terwujudnya pembangunan Masjid At-Thoriq.
Usai menyaksikan rekaman tersebut, Bupati Thariq Modanggu turun langsung meninjau lokasi pondasi masjid di Pulau Dionumo. Melihat semangat dan kesungguhan warga, khususnya Ahyar Pakaya, Bupati kemudian berupaya mendorong kelanjutan pembangunan masjid.
Meski demikian, Thariq menegaskan pembangunan dilakukan tanpa menggunakan dana yang bersumber dari APBD. Melalui komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa Hulawa serta para donatur, pembangunan masjid akhirnya dapat dilanjutkan hingga selesai.
Perjuangan panjang itu berbuah manis ketika pada Rabu, 17 Juni lalu, Masjid At-Thoriq resmi diresmikan oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu.
Bagi Ahyar Pakaya, peresmian tersebut bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bukti bahwa mimpi yang dibangun dengan ketulusan dan gotong royong dapat menjadi kenyataan.
Ahyar juga mengungkapkan alasan di balik pemilihan nama At-Thoriq untuk masjid yang berdiri di kawasan wisata Pulau Dionumo tersebut.
Menurutnya, nama tersebut merupakan usulan dan permintaan dari sebagian donatur yang turut berkontribusi dalam pembangunan masjid.
“At-Thoriq ini juga ada dalam Al-Qur’an, makanya kami yang pilih sendiri nama itu,” ujar Ahyar.
Kini, Masjid At-Thoriq tidak hanya menjadi sarana ibadah bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dionumo, tetapi juga menjadi simbol semangat kebersamaan, kepedulian, dan kegigihan warga dalam mewujudkan sebuah cita-cita besar.
Penghargaan yang diterima Ahyar Pakaya pada Festival Dionumo menjadi pengakuan atas perjuangan seorang warga yang tak pernah berhenti menjaga mimpinya, hingga akhirnya berdiri sebuah rumah ibadah yang diharapkan membawa manfaat bagi generasi mendatang.












