Publishare.id – Suasana khidmat mewarnai Pulau Dionumo, Kecamatan Sumalata Timur, saat orang nomor satu di Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, meresmikan Mushola At-Thoriq dalam rangkaian Festival Dionumo sekaligus peringatan satu tahun Pemerintahan Bercahaya, Rabu (17/6/2026).
Peresmian rumah ibadah yang berdiri di salah satu destinasi wisata unggulan Gorontalo Utara itu menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan wisata ramah muslim di wisata Pulau Dionumo.
Dalam sambutannya, Bupati Thariq Modanggu menegaskan bahwa pembangunan sarana ibadah bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi investasi penting dalam membangun karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dionumo.
“Mushola At-Thoriq insyaallah bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, sekaligus ruang yang mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat, dan yang paling penting mushola ini bisa menjadi wisata ramah muslim,”ujar Thariq Modanggu.
Keberadaan mushola ini lanjut Bupati , diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan dalam menjalankan ibadah saat menikmati pesona Pulau Dionumo, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari andalan di Gorontalo Utara.
“Peresmian Mushola At-Thoriq menjadi salah satu agenda utama dalam Festival Dionumo yang juga kita rangkaian dengan satu tahun pemerintahan saya bersama ibu Wakil Bupati,” terang Bupati.
Bupati Thariq juga menambahkan, Festival Dionumo 2026 ini tidak hanya menjadi ajang promosi potensi wisata daerah, tetapi juga wadah untuk menampilkan kekayaan budaya, sosial, dan nilai-nilai religius masyarakat Sumalata Timur.
“Momentum ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan satu tahun Pemerintahan Bercahaya dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada keseimbangan antara kemajuan daerah dan penguatan kehidupan sosial keagamaan masyarakat,” tandasnya.
Sebagaimana pantauan di lokasi, Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga pendidik, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan Universitas Bina Taruna (UNBITA), serta jajaran TNI dan Polri.












