Publishare.id- Anggota Komisi 3 DPRD Gorontalo Utara (GOrut), Windra Lagarusu, mengingatkan pemerintah daerah soal efisiensi anggaran agar tidak menganggu program yang ada, pemangkasan anggaran lebih dari 1 Milyar yang dipangkas dari pos belanja APBD dminta untuk tidak menghambat pelayaan publik.
“Perjalanan dinas: Dari Rp1,318 miliar menjadi Rp659 juta.
Makan dan minum: Dari Rp860 juta lebih menjadi Rp630 juta lebih.
Bimbingan Teknis (Bimtek): Dari Rp731 juta dikurangi sebanyak 50 persen.
Baca Juga DPRD Gorontalo Kawal Aspirasi Warga Hulawa Terkait Tambang di Pohuwato
Anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Windra Lagarusu, menyatakan bahwa efisiensi anggaran memang diperlukan, tetapi harus tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap program-program prioritas masyarakat,” kata Windra Lagarusu, Rabu (19/3/2025).
“Kami mendukung penghematan anggaran, tetapi jangan sampai program vital yang menyangkut kepentingan publik ikut terhambat. Pemerintah harus memastikan bahwa efisiensi ini dilakukan secara bijak,” tambahnya.
Selain itu, DPRD juga menyoroti keterlambatan pembayaran iuran BPJS yang hingga kini belum bisa dilakukan karena belum adanya transfer dana dari pemerintah pusat. Hal ini berisiko mengganggu layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pusat agar dana BPJS bisa segera dicairkan. Jika dibiarkan, masyarakat bisa kehilangan akses layanan kesehatan,” tegas Windra.
