Publishare.id- Program Jaksa Masuk Sekolah kembali digelar dengan mengusung tema “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman” di Gedung Gerbang Emas, Kantor Bupati Gorontalo Utara. Pada hari Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Riyono, S.H., M.Hum, Kepala Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara, Aditya Narwanto, serta Kapolres Gorontalo Utara, bersama jajaran pemerintah daerah dan para pelajar.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program Jaksa Masuk Sekolah memiliki manfaat besar dalam memberikan pemahaman hukum kepada generasi muda.
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat yang diberikan kepada kita semua, terutama kesehatan dan kesempatan sehingga hari ini kita dapat berkumpul. Kehadiran Kajati bersama tim membawa program yang sangat luar biasa manfaatnya bagi generasi kita,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, kegiatan ini sangat penting mengingat jumlah pelajar di Gorontalo Utara mencapai sekitar 22.800 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 siswa hadir langsung dalam kegiatan ini dan diharapkan dapat menjadi agen penyebar informasi hukum di lingkungan sekolah masing-masing.
“Harapan kami, para siswa dapat mengikuti materi dengan sebaik-baiknya, memahami arahan dari narasumber, serta mengamalkan tema ‘kenali hukum, jauhi hukuman’. Di era digital saat ini, informasi begitu mudah diakses, namun juga berpotensi menimbulkan masalah seperti perundungan, hoaks, kenakalan remaja, hingga penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas koordinasi yang baik dari pihak kejaksaan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan maksimal. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran hukum sejak dini.
Lebih lanjut, ia berharap ke depan program ini dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk menjangkau lebih banyak sekolah di setiap kecamatan. Hal ini dinilai penting mengingat kondisi wilayah Gorontalo Utara yang terbuka dan memiliki mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Kegiatan ini bisa juga di bilang, jaksa jadi Guru bagi para siswa. Saya pribadi ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi solusi dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Edukasi hukum sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter dan sikap yang baik,” pungkasnya.












