Bupati Thariq Canangkan Desa Siaga TB di Biau, Soroti Rokok yang Gerus Ekonomi dan Gizi Keluarga

Publishare.id— Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mencanangkan Desa Siaga Bebas Tuberkulosis (TB) sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Kawasan Tanpa Rokok (Satgas KTR) Kecamatan Biau.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Luhuto, Selasa (15/9/2026), menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pencegahan penyakit menular sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Thariq menegaskan bahwa kesehatan bukan sekadar urusan fasilitas medis, tetapi menjadi fondasi utama masyarakat untuk bekerja, beraktivitas produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Khusus terkait TB, Bupati meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak membiarkan penderita menghadapi penyakitnya seorang diri.

Menurutnya, persoalan TB tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga stigma sosial yang dapat membuat penderita enggan berobat.

“Satu hal yang sangat penting adalah hentikan stigma terhadap penderita TB. Mereka tidak boleh dikucilkan. Tugas kita bersama, terutama para kader kesehatan dan aparatur desa, adalah mendampingi serta merangkul mereka agar mau berobat secara tuntas di Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat hingga benar-benar sembuh,”tegas Thariq.

Di sisi lain, pengukuhan Satgas KTR Kecamatan Biau menjadi langkah pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Bupati menekankan, aturan tersebut bukan untuk merampas hak pribadi seseorang yang merokok, melainkan memastikan masyarakat lain terlindungi dari paparan asap rokok.

“Aturan KTR ini bukan melarang orang merokok secara pribadi, melainkan mengatur lokasi-lokasi publik yang harus bebas dari paparan asap rokok demi melindungi masyarakat umum, terutama anak-anak dan perokok pasif,” jelasnya.

Sejumlah lokasi yang masuk dalam kawasan tanpa rokok antara lain fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, arena bermain anak, tempat ibadah, fasilitas olahraga, angkutan umum, serta lingkungan kerja baik instansi pemerintah maupun swasta.

Namun, Thariq tidak hanya melihat persoalan rokok dari sisi kesehatan. Ia mengaitkannya dengan ketahanan ekonomi keluarga dan pemenuhan gizi anak, terutama di sejumlah wilayah pesisir Gorontalo Utara.

Ia mengingatkan, kebiasaan membeli rokok setiap hari dapat menggeser prioritas belanja rumah tangga yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi.

“Di beberapa wilayah pesisir, kita dapati angka stunting yang masih tinggi salah satunya disebabkan oleh pergeseran prioritas belanja keluarga; dana yang semestinya digunakan untuk membeli ikan segar, telur, dan susu demi gizi anak, justru dialihkan untuk membeli rokok,”ungkapnya.

Karena itu, Bupati meminta orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader kesehatan dan aparatur desa tidak sekadar menjadi pelaksana program, tetapi juga menjadi contoh dalam membangun pola hidup sehat.

Menurut Thariq, upaya membangun desa yang sehat harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pencegahan TB, penghapusan stigma terhadap penderita, penguatan kawasan tanpa rokok hingga memastikan ekonomi keluarga diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi anak.

“Desa yang sehat adalah desa yang masyarakatnya peduli, saling melindungi dan mampu membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda,” tutup Bupati.

Komentar