Yayasan Nurul Fikri Mulia Terima Peserta Didik Baru TK dan SD TA 2024-2025 

Publishare.id- Yayasan Nurul Fikri Mulia, menerima peserta didik baru, TK dan SD Tahun Ajaran 2024-2025.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) itu dibuka dalam tiga gelombang, Gelombang Pertama mulai tanggal 15 Januari sampai dengan 14 februari 2024, Gelombang kedua mulai 26 Februari sampai dengan 25 Maret 2024 dan yang terakhir Gelombang ketiga mulai 4 April sampai dengan 4 Mei 2024.

Pendaftarannya bisa dilakukan secara online maupun offline dengan mendatangi langsung Yayasan Nurul Fikri Mulia di Desa Molingkapoto Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara.

Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri, Ustadzah Ulfah, mengatakan penerimaan peserta didik baru itu memiliki batas kuota, Karena masih menyesuaikan dengan kondisi fasilitas yang ada, baik dari tenaga pengajar maupun tempat.

Sehingganya Ustadzah Ulfa, menghimbau jika ada orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di Yayasan Nurul Fikri Mulia baik TK maupun SD, agar segera melakukan pendaftaran.

“Untuk TK dan SD itu, kita kemarin masing-masing menerima TK 30 dan SD 30 Peserta didik, Kita masih menyesuaikan kondisi lapangan termasuk dari pengajar dan tempat, Jadi kalau misalnya sudah terlampaui yang 60, sudah tidak bisa lagi,” ujarnya.

Adapun keunggulan untuk menyekolahkan anak di Sekolah Islam Terpadu Nurul FIkri Mulia, membentuk karakter anak menjadi lebih baik, cerdas dan tidak hanya memiliki pengetahuan dunia, namun juga pengetahuan akhirat.

Ustadzah Ulfa, mengungkapkan Yayasan Nurul Fikri Mulia memiliki keunggulan tersendiri mulai dari proses pembelajaran termasuk dari sisi kurikulum yang digunakan untuk mengajar anak-anak atau peserta didik di Sekolah Islam Terpadu Nurul Fikri, baik di tingkat TK maupun SD.

Kata Ustadzah Ulfa, Yayasan Nurul Fikri Mulia, menggunakan tiga kurikulum, baik kurikulum dari Dinas, Kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JAIT) dan Kurikulum Yayasan (Ke Khasan Nurul Fikri).

“Tiga kurikulum itu masing-masing memiliki muatan yang berbeda beda. Untuk kurikulum dinas kita lebih menekankan pada pendidikan secara umum terkait mapel dan lain lain. Sedangkan kurikulum JSIT lebih menekankan terkait target target pengetahuan keislaman yang wajib diketahui oleh peserta didik sedangkan yang terakhir yaitu Kurikulum Kekhasan Nurul Fikri lebih menekan pada aspek karakter anak anak, bagaimana adab mereka sehari hari,” kata Ustadzah Ulfah.

Tak hanya itu, di Yayasan Nurul Fikri Mulia juga memiliki muatan lokal, berupa pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris untuk SD.

“Untuk pembelajaran bahasa Arab dan Bahasa Inggris lebih dulu kita tekankan pada kosa kata, sehingga mereka sudah menguasai banyak kosa kata yang nantinya bisa mereka gunakan di kelas atas untuk menguasai pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris lebih mendalam. Untuk menunjang proses menghafal kosa kata kami menyediakan Pocket Book yang berisi banyak kosakata dengan beberapa level sesuai dengan kelas masing masing,” jelas ustadzah Ulfa.

Selain Bahasa Arab dan bahasa Inggris, muatan lokal yang ada di Yayasan Nurul Fikri Mulia jenjang SD adalah pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi atau sering kita kenal dengan TIK.

Untuk TIK sendiri kata Ustadzah Ulfah, pembelajarannya menggunakan metode praktek.

“Metode pembelajaran komputer, kita menggunakan metode praktek, karena kalau anak-anak belajar menggunakan buku materi biasa masih ada beberapa yang belum bisa membaca dan juga kadang cepat bosan ketika menerima materi yang hanya ada dalam buku. jadi mereka praktek langsung, menggunakan laptop dan komputer sekolah,” jelasnya.

Untuk metode pembelajaran lainya, Pihaknya juga menggunakan metode yang menyenangkan, seperti kuis yang menggunakan web web interaktif yang ada di internet.

“Jadi kita mengajak anak anak untuk belajar sambil bermain, kita buatkan kuis kuis yang menarik, mereka akan merasa semangat ketika mengerjakan kuis kuis tersebut. Sehingga tanpa mereka sadari, sebenarnya mereka sedang belajar tapi dengan suasana yang asyik dan menyenangkan,” terangnya.

Untuk menunjang pembelajaran siswa, Yayasan Nurul Fikri Mulia juga menyediakan buku Materi Plus yang berisi pembelajaran diluar kurikulum Dinas.

“Jadi materi plus itu isinya ada doa-doa, hadist-hadist, pengetahuan islam seperti rukun islam, rukun iman, asmaul husna dan lain lain. Nah pengetahuan pengetahuan tersebut yang akan kita ajarkan dan kita tanamkan kepada anak anak.” imbuhnya.

“Mereka akan menghafal dan mempraktekkan hadist hadist pendek dan doa doa sehari hari seperti doa bangun tidur, doa makan, doa mau ke kamar mandi, masuk rumah, keluar rumah, dan lain lain. selain itu, kita juga harus memastikan bahwa seluruh hadist dan do’a yang mereka hafalkan juga mereka praktekkan sehari-hari, selama di rumah demikian juga selama di sekolah,” lanjutnya.

Pastinya, ada banyak program unggulan yang akan diberikan kepada peserta didik baik TK dan SD di Yayasan Nurul Fikri Mulia, tentu dengan program-program unggulan dan jaminan mutu yang berkualitas, yang tidak hanya menekankan pada pendidikan formal namun juga pendidikan akhirat atau pendidikan Islam.

“Jadi tidak hanya menekankan pada pendidikan formal atau duniawi, tapi pendidikan akhirat juga dapat” terangnya.

Untuk tenaga pendidik sendiri, di Yayasan Nurul Fikri Mulia berjumlah 8 Orang dan saat ini untuk SDIT Nurul Fikri sudah memasuki Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) angkatan ke-3. Sedangkan untuk TKIT Nurul Fikri Memasuki PPDB angkatan ke-4. (***)

Komentar