Diterpa Kritik, Program G2-10 Plus Gorut Tunjukkan Hasil di Sejumlah Kecamatan

Publishare.id- Di tengah sorotan publik terhadap kondisi Mini Ranch Peternakan Terpadu di Kecamatan Tomilito, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menegaskan bahwa Program Gerakan 2 Ekor Kambing dan 10 Ekor Ayam (G2-10 Plus) tetap menjadi prioritas pembangunan daerah dan akan terus dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun ke depan.

Program yang telah masuk dalam dokumen RPJMD Kabupaten Gorontalo Utara tersebut disebut bukan sekadar program seremonial, melainkan komitmen jangka panjang pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat peternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo Utara, Rusli G. Akase, menjelaskan bahwa berbagai dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan pilot project di Kecamatan Tomilito menjadi bahan evaluasi penting untuk penyempurnaan tata kelola dan teknis budidaya ternak ke depan.

Menurutnya, pengalaman di lapangan memberikan gambaran faktual mengenai faktor-faktor penentu keberhasilan program, mulai dari manajemen kandang hingga kesiapan kelompok penerima bantuan ternak.

“Saat ini bantuan ternak sapi, kambing, dan ayam kepada masyarakat telah memasuki tahap akhir verifikasi lapangan calon penerima dan calon lokasi (CPCL) berdasarkan proposal yang masuk tahun 2025. Verifikasi dilakukan langsung di lapangan dan disesuaikan dengan data DTSen dari Dinas Sosial,” ujar Rusli, Minggu (10/5/2026).

Dinas Peternakan pun mengaku akan lebih selektif dalam penyaluran bantuan ternak yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang. Prioritas akan diberikan kepada kelompok peternak yang memiliki kapasitas manajerial yang baik dan siap bermitra dengan BUMDesma agar bantuan yang disalurkan benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Rusli menegaskan bahwa Mini Ranch di Kecamatan Tomilito bukan satu-satunya indikator keberhasilan program G2-10 Plus. Program tersebut kini telah berjalan di sejumlah wilayah kecamatan dengan perkembangan yang dinilai cukup positif.

Beberapa keberhasilan bahkan mulai terlihat, khususnya pada pengembangan ayam petelur di Kecamatan Tolinggula dan Kecamatan Biau, serta budidaya kambing di Kecamatan Gentuma. Berdasarkan pemantauan dinas, hasil produksi telur dan daging ayam dari sejumlah desa kini telah menyuplai kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG setempat.

“Kebutuhan telur dan daging ayam sebelumnya masih banyak didatangkan dari luar daerah. Kini sebagian sudah bisa dipenuhi oleh peternak lokal,” kata Rusli.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait penyakit ternak seperti diare, cacingan, hingga serangan virus pada unggas di wilayah Tomilito.

Merespons kondisi tersebut, tim teknis Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan langsung turun ke lokasi Mini Ranch sehari setelah adanya laporan media. Pemeriksaan kesehatan ternak dilakukan sebelum ternak dilepas untuk pengumbaran, disertai pelayanan kesehatan hewan secara langsung.

Bersama BUMDesma, dinas terus melakukan pengawasan lapangan dan pengendalian penyakit secara rutin. Penguatan sistem biosecurity juga menjadi prioritas melalui pelatihan dan pendampingan teknis bagi pengelola kandang agar mampu menjaga kesehatan ternak secara optimal.

“Hasil pemantauan terbaru menunjukkan kondisi ternak di lokasi sudah membaik dan terkendali pasca penanganan wabah penyakit beberapa waktu lalu,” tutup Rusli.

Komentar