Publishare.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Leboto menuai sorotan dari para orang tua siswa. Menu makanan yang disajikan kepada siswa pada Selasa, 19 Mei 2026, dinilai jauh dari standar makanan bergizi dan dianggap tidak sebanding dengan anggaran yang dikabarkan mencapai Rp10 ribu per porsi.
Berdasarkan keluhan sejumlah orang tua siswa, pihak SPPG Leboto pada hari itu hanya menyajikan nasi putih, telur, sayur wortel, serta kacang. Menu tersebut dinilai terlalu sederhana dan tidak memenuhi harapan masyarakat terhadap program MBG yang selama ini digadang-gadang sebagai upaya pemenuhan gizi anak sekolah.
“Kalau hanya nasi, telur, wortel dan kacang seperti itu, kami menilai tidak sampai Rp10 ribu. Anak-anak juga banyak yang tidak suka dengan menu seperti itu,” ujar salah satu orang tua siswa.
Keluhan serupa juga datang dari beberapa wali murid lainnya. Mereka menilai kualitas menu yang disajikan sangat jauh dari konsep makanan bergizi seimbang yang seharusnya menjadi prioritas dalam program MBG.
Menurut mereka, program yang menggunakan anggaran negara semestinya mampu menghadirkan makanan yang lebih layak, bervariasi, serta memiliki kandungan protein dan nutrisi yang cukup bagi kebutuhan tumbuh kembang siswa.
“Kalau begini terus, jangan sampai tujuan program untuk meningkatkan gizi anak malah tidak tercapai. Anak-anak banyak yang tidak habis makan karena menunya kurang menarik,” ungkap wali murid lainnya.
Sorotan terhadap menu MBG di SPPG Leboto ini pun memunculkan pertanyaan publik terkait pengelolaan anggaran makanan siswa, termasuk standar kualitas menu yang diterapkan pihak penyelenggara.
Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di SPPG Leboto agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar sesuai dengan tujuan program dan anggaran yang telah disiapkan pemerintah.
“Kalau boleh ibu Wakil Gubernur sidak dulu ini SPPG Leboto,” pungkas Wali murid.
