Publishare.id- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Rumah Dinas Bupati Gorontalo Utara pada Sabtu (14/3/2026). Dua tokoh yang sebelumnya menjadi rival pada Pilkada Gorontalo Utara, yakni Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu dan Roni Imran, tampak bertemu dan berbincang dalam satu forum.
Pertemuan tersebut terjadi dalam momen kunjungan kerja anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel, yang disambut langsung di Rumah Dinas Bupati Gorontalo Utara di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Kehadiran Roni Imran dalam agenda tersebut menarik perhatian sejumlah tamu undangan dan pejabat daerah yang hadir. Pasalnya, pada Pilkada Gorontalo Utara sebelumnya, ia merupakan pesaing politik Thariq Modanggu. Namun pada pertemuan kali ini, keduanya terlihat saling bersalaman, berbincang santai, bahkan beberapa kali tampak tersenyum bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Thariq Modanggu menegaskan bahwa dinamika politik adalah bagian dari demokrasi. Menurutnya, setelah kontestasi selesai, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun Gorontalo Utara.
“Pilkada sudah selesai. Sekarang saatnya kita bersama-sama membangun daerah yang kita cintai ini,” kata Thariq Modanggu.
Sementara itu, Roni Imran menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kedewasaan politik di Gorontalo Utara.
“Perbedaan pilihan dalam politik adalah hal yang biasa. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama mendukung kemajuan Gorontalo Utara,” ungkap Roni.
Anggota DPR RI Rachmat Gobel yang hadir dalam kunjungan kerja tersebut juga mengapresiasi suasana kebersamaan yang terlihat antara kedua tokoh daerah itu. Ia menilai, kebersamaan para pemimpin daerah sangat penting untuk mempercepat pembangunan serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Momen pertemuan Thariq Modanggu dan Roni Imran dalam momen kunjungan Rachmat Gobel di Gorut itu pun menjadi simbol rekonsiliasi politik lokal, sekaligus pesan bahwa persaingan dalam demokrasi pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat luas.
