Publishare.id- Malam takbiran jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, tepat pada Jumat (20/3/2026) malam, menjadi momen yang tak akan terlupakan bagi puluhan anak yatim piatu di sebuah panti asuhan Nurul Jadid di Desa Leboto.
Di tengah gema takbir yang menggema dari masjid-masjid dan cahaya lampu yang menghiasi sudut desa, suasana haru tiba-tiba menyelimuti panti sederhana itu. Tanpa protokoler resmi, tanpa pengawalan patwal, bahkan tanpa didampingi ajudan, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, hadir secara diam-diam. Kedatangannya nyaris tak diketahui siapa pun.
Mengenakan pakaian sederhana, ia melangkah pelan memasuki gedung sederhana panti. Para pengurus yang awalnya terkejut, tak menyangka orang nomor satu di Gorontalo Utara itu datang tanpa pemberitahuan. Namun suasana segera berubah hangat ketika beliau menyapa anak-anak dengan senyum tulus.
“Assalamu’alaikum, adik-adik…,” sapanya lembut.
Sontak, anak-anak yang tengah berkumpul menyambut malam kemenangan itu berlarian mendekat. Beberapa di antaranya terlihat bingung, namun perlahan wajah-wajah polos itu berubah ceria ketika menyadari siapa yang hadir di tengah mereka.
Malam yang awalnya sederhana, berubah menjadi penuh makna.
Dalam suasana penuh kehangatan, Thariq Modanggu duduk bersila bersama anak-anak. Ia berbincang, bercanda, bahkan mendengarkan cerita mereka satu per satu. Tak ada jarak, tak ada sekat jabatan—yang ada hanyalah kebersamaan.
Di sela-sela itu, ia juga menyerahkan beberapa bantuan seperti sarung dan kebutuhan pokok lainnya sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan di malam yang penuh berkah. Namun lebih dari sekadar bantuan, kehadirannya menjadi hadiah emosional yang tak ternilai bagi anak-anak panti.
“Saya hanya ingin berbagi kebahagiaan. Malam takbiran adalah milik kita semua, termasuk adik-adik di sini,” ujar Thariq singkat.
Kunjungan singkat itu pun berakhir tanpa banyak sorotan. Seperti kedatangannya, kepergian Thariq Modanggu juga berlangsung sederhana. Namun jejak kehangatan yang ia tinggalkan, akan terus hidup di hati anak-anak panti asuhan Nurul Jadid Desa Leboto.
Di malam kemenangan yang biasanya dirayakan dengan keluarga, kehadirannya menjadi pengingat—bahwa kebahagiaan sejati adalah saat kita mampu berbagi dengan sesama.
