Publishare.id — Pembangunan Dermaga Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tolinggula, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, menuai protes keras dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tolinggula Pantai.
Proyek yang tengah dikerjakan itu diduga memiliki persoalan konstruksi yang berpotensi membahayakan keselamatan nelayan dan warga sekitar.
Melalui surat resmi Nomor HNSI–TP/01/X/2026 yang ditujukan kepada Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, HNSI Tolinggula Pantai menyampaikan keberatan atas pembangunan dermaga tersebut dan mendesak agar pekerjaan dihentikan sementara untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh.
Seorang warga setempat yang diwawancarai menyebut struktur tiang pancang dermaga diduga tidak memenuhi persyaratan keamanan. Pasalnya, tiang pancang yang sedang dibangun itu disebut hanya tertanam sekitar 50 sentimeter.
“Struktur bangunan tiang pancang dermaga sudah kita lihat, Pak. Itu sangat tidak layak karena hanya ditanam sedalam 50 cm. Belum lagi, bangunan ini dibuat melintang di alur sungai sepanjang 64 meter dan itu berpotensi menghalangi aliran air,” kata Safriko.
Menurut Safriko, kondisi itu perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait kekuatan struktur bangunan dan dampaknya terhadap aliran sungai. Namun, dugaan tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.
Selain persoalan kedalaman tiang pancang, warga juga menyoroti posisi bangunan yang dinilai terlalu rendah. Struktur dermaga disebut terus berhadapan dengan arus dan gelombang, sehingga dikhawatirkan tidak mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Kami bisa pastikan bangunan itu cepat rusak, bahkan bisa roboh sewaktu-waktu,” tegasnya.
Kekhawatiran tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan konstruksi dan efektivitas dermaga sebagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan. Jika dugaan itu terbukti, pembangunan yang seharusnya mendukung kegiatan perikanan justru berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan dan pemborosan anggaran.
Meski demikian, kepastian mengenai kekuatan konstruksi, kedalaman tiang pancang, serta kesesuaian bangunan dengan spesifikasi teknis harus ditentukan melalui pemeriksaan oleh tenaga ahli dan instansi terkait.
HNSI Tolinggula Pantai meminta Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pembangunan dermaga tersebut.
Mereka mendesak agar pekerjaan dihentikan sementara sampai seluruh persoalan teknis diperiksa. HNSI juga meminta pemerintah mempertimbangkan pemindahan lokasi pembangunan ke tempat yang dinilai lebih aman, tepat, dan efisien dari sisi pembiayaan.
“Kalau boleh, dihentikan saja dulu, Pak, karena potensi bahayanya sangat besar. Kami juga meminta agar lokasinya dipindahkan ke lokasi yang tepat, aman, dan hemat biaya,” demikian aspirasi yang disampaikan pihak nelayan.
HNSI menegaskan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk mencegah risiko kerusakan bangunan maupun kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
HNSI meminta agar apabila pembangunan tetap dilanjutkan, tanggung jawab atas kerusakan maupun kecelakaan yang terjadi tidak diabaikan. Penentuan tanggung jawab tersebut tentu harus mengacu pada hasil pemeriksaan teknis, kontrak pekerjaan, dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami menyampaikan ini demi keselamatan warga. Mohon pak Bupati segera bertindak,” tandasnya.












