PLTU Anggrek Terbakar, Manajemen Belum Buka Suara

Kebakaran di salah satu bangunan di Lokasi PLTU Anggrek. Foto Istimewa

Publishare.id – Kepulan asap putih tebal membubung tinggi dari salah satu gedung di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (12/10/2026).

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita itu sontak menyita perhatian, sementara penyebab munculnya api masih menjadi tanda tanya besar.

Kobaran api yang melanda salah satu bangunan di lingkungan PLTU Anggrek tersebut berlangsung cukup lama. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran diperkirakan berlangsung sekitar dua jam sebelum upaya pemadaman dilakukan oleh petugas gabungan.

Di tengah kepulan asap yang terlihat dari kejauhan, perhatian kini tertuju pada penyebab kebakaran serta bagaimana sistem penanganan keadaan darurat diterapkan di kawasan pembangkit listrik tersebut.

Petugas Bungkam, Humas Disebut Masih Rapat

Upaya awak media untuk mendapatkan penjelasan mengenai penyebab kebakaran belum membuahkan hasil. Sejumlah petugas PLTU Anggrek yang coba dihubungi maupun dimintai keterangan belum memberikan penjelasan substantif terkait insiden tersebut.

Salah seorang petugas keamanan (security) PLTU Anggrek yang ditemui awak media mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan resmi.

“Kami tidak bisa memberikan keterangan, Pak, karena yang bisa kasih keterangan resmi itu harus dari humas. Mereka sementara rapat di dalam,” kata salah satu security PLTU Anggrek.

Pernyataan tersebut membuat informasi mengenai awal mula munculnya api, bagian gedung yang terdampak, hingga kemungkinan faktor pemicu kebakaran masih belum terungkap.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PLTU Anggrek belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut.

SOP dan Sistem K3 Jadi Sorotan

Kebakaran yang berlangsung sekitar dua jam ini turut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem tanggap darurat di lingkungan PLTU Anggrek.

Penerapan standar operasional prosedur (SOP), termasuk sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3), menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian dalam penelusuran insiden ini.

Namun, belum ada informasi terverifikasi yang dapat memastikan apakah kebakaran tersebut berkaitan dengan kelalaian, gangguan teknis, ataupun faktor lainnya. Karena itu, evaluasi terhadap prosedur keselamatan perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan dan penjelasan resmi pihak berwenang.

Publik kini menanti keterbukaan pihak manajemen untuk menjelaskan bagaimana api pertama kali muncul, langkah penanganan yang dilakukan, serta sejauh mana dampak kebakaran terhadap fasilitas di kawasan PLTU Anggrek.

Damkar Pemda Gorut dan Yonif 715 Turun ke Lokasi

Di tengah belum terungkapnya penyebab kebakaran, upaya pemadaman terlihat dilakukan dengan melibatkan armada pemadam kebakaran dari Pemerintah Daerah Gorontalo Utara dan Yonif 715 Motuliato.

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan mobil pemadam kebakaran milik Pemda Gorut dan kendaraan pemadam milik Yonif 715 Motuliato berada di kawasan kejadian untuk membantu menjinakkan api.

Keterlibatan kedua unsur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kebakaran yang terjadi di lingkungan fasilitas pembangkit listrik itu.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi mengenai tingkat kerusakan bangunan, ada atau tidaknya korban, serta besarnya kerugian akibat kejadian tersebut.

Kebakaran ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab. Apa penyebab sebenarnya? Bagaimana api bisa bertahan hingga sekitar dua jam? Dan bagaimana kesiapan sistem keselamatan di kawasan PLTU Anggrek?

Semua pertanyaan itu masih menunggu jawaban. Hingga berita ini diterbitkan, penjelasan resmi dari manajemen PLTU Anggrek masih dinantikan.

Komentar