Publishare.id- Upaya menjaga keberlangsungan ekosistem terumbu karang di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat pesisir.
Wakil Ketua I DPRD Gorontalo Utara, Deisy Sandra Maryana Datau, mengatakan pelestarian terumbu karang bukan pekerjaan mudah karena kawasan tersebut tersebar luas di sejumlah wilayah perairan.
“Menjaga kelestarian terumbu karang bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Deisy di Gorontalo, Rabu (29/7/2026).
Menurut dia, peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian terumbu karang. DPRD Gorontalo Utara, kata dia, mendukung berbagai langkah pelestarian yang dilakukan bersama masyarakat.
Ia juga mendorong pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang.
“Edukasinya perlu dilakukan berulang, agar menjadi budaya bersama mengingat wilayah kita memiliki garis pantai sepanjang 317 kilometer, yaitu memanjang dari timur ke barat. Sudah pasti pantainya luas, lautnya pun demikian,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku olahraga selam di Gorontalo Utara, Yasin Ali, mengatakan edukasi secara berkelanjutan diperlukan agar masyarakat memahami manfaat terumbu karang bagi kehidupan, terutama masyarakat pesisir.
Menurut Yasin, gerakan pelestarian terumbu karang tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat melindungi karang. Upaya tersebut juga harus menyentuh kebiasaan dan aktivitas sehari-hari masyarakat pesisir yang berpotensi merusak ekosistem laut.
Ia mencontohkan aktivitas kapal, perahu, dan bagan yang menggunakan jangkar di perairan pesisir utara Gorontalo Utara.
Kondisi pantai yang landai dengan kedalaman laut yang bersusun, kata dia, membuat aktivitas pelabuhan dan perahu mudah dilakukan dengan menggunakan jangkar.
“Jangkar kalau tidak tertanam dengan baik, tentu tidak bisa menahan kapal dari dorongan arus air laut, menyebabkan kebanyakan kapal nelayan berlabuh di atas kawasan terumbu karang yang berdampak merusak,” katanya.
Yasin menilai pemahaman masyarakat mengenai fungsi terumbu karang penting ditingkatkan, terutama karena ekosistem tersebut menjadi habitat berbagai jenis ikan yang mendukung aktivitas perikanan.
“Semakin rusak karang, semakin jauh nelayan melaut karena karang adalah rumah ikan. Tentu kelestarian karang perlu dijaga dengan baik,” ujarnya.
Selain aktivitas di laut, kerusakan terumbu karang juga dapat dipengaruhi pencemaran yang berasal dari daratan. Limbah yang masuk ke sungai dapat terbawa hingga ke pantai dan laut sehingga berpotensi mengganggu ekosistem pesisir.
Karena itu, Yasin berharap perlindungan terumbu karang dilakukan secara masif dengan melibatkan masyarakat dan seluruh elemen daerah.
“Kelestarian terumbu karang menandakan keberlangsungan kehidupan, sebab di mana ada karang, pasti ada kehidupan laut di situ,” katanya.
Ia menambahkan, komunitas pencinta olahraga selam tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya pelestarian terumbu karang. Masyarakat pesisir dinilai memiliki peran penting sebagai garda terdepan karena berinteraksi langsung dengan wilayah pesisir setiap hari.
“Kami yakin dan percaya, masyarakat di daerah ini akan menjadi garda terdepan menjaga keberadaan terumbu karang. Seberapa kuatnya suatu komunitas, pasti tidak akan mampu melakukan gerakan ini sendiri,” tutup Deisy.












