Publishare.id- Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara dari daerah pemilihan Kecamatan Anggrek dan Monano, Mikdad Yeser, menyoroti kinerja Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo Utara, Sumitro Datunsolang, yang dinilai belum maksimal dalam menangani musibah di Desa Wisata Monano, Kecamatan Monano.
Mikdad mengungkapkan bahwa hingga saat ini BPBD belum melakukan identifikasi langsung terhadap bencana yang terjadi di wilayah tersebut. Ia menilai kondisi ini seolah menunjukkan tidak adanya peran aktif dari lembaga penanggulangan bencana di daerah.
“Ini daerah seperti tidak ada badan penanggulangan bencana. Saya seperti bekerja sendiri. Beberapa pekan lalu saya bahkan membawa langsung kepala desa dan camat untuk menghadap kepala balai sungai,” kata Mikdad, Jum’at (24/4/2026).
Menurutnya, pihak balai sungai telah merespons dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan, meskipun tanpa intervensi dari BPBD kabupaten.
Lebih lanjut, Mikdad juga menyayangkan sikap Kepala BPBD yang dianggap kurang responsif terhadap situasi darurat yang terjadi. Ia mengaku telah mencoba menghubungi yang bersangkutan, namun mendapat jawaban bahwa kepala bidang terkait sedang tidak berada di kantor.
“Ini tidak masuk akal. Masa daerah sedang dilanda bencana, mereka tidak masuk kantor. Jangan jadikan efisiensi anggaran sebagai alasan untuk tidak melakukan identifikasi musibah,” tegasnya.
Mikdad berharap pemerintah daerah dapat lebih peka terhadap kondisi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Gorontalo Utara. Ia menekankan bahwa perhatian terhadap korban bencana harus menjadi prioritas, bukan hanya fokus pada pengelolaan anggaran.
“Harusnya kita memberikan yang terbaik untuk masyarakat, apalagi di momen hari ulang tahun daerah. Jangan sampai kita seolah menari di atas penderitaan masyarakat,” pungkas Mikdad.












