Publishare.id — Gerakan Agro Mopomulo (GAM) terus bergerak. Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) kini memperkuat gerakan tersebut dengan mendorong penanaman tanaman produktif bernilai ekonomi, termasuk durian varietas unggulan.
Langkah itu dilakukan Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula. Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, murid serta guru turut diajak terlibat dalam penanaman durian sebagai bagian dari investasi ekonomi sekaligus lingkungan untuk masa depan.
Tak main-main, empat varietas durian ditanam secara serentak, yakni Musang King, Bawor, Black Thorn, dan Montong.
Bagi Thariq, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi penghijauan. Penanaman durian diarahkan menjadi investasi jangka panjang yang diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Hari ini kita melakukan penanaman bibit pohon durian. Ada Musang King, Bawor, Black Thorn, dengan Montong biasa. Jadi kurang lebih ada empat jenis. Insyaallah, ini menjadi satu investasi masa depan kita untuk ekonomi dan lingkungan kita,” kata Thariq Modanggu.
Menurutnya, durian varietas unggulan memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru di tingkat desa.
Meski membutuhkan waktu untuk memasuki masa produktif, tanaman tersebut dinilai akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat ketika mulai menghasilkan.
“Tanaman tersebut membutuhkan waktu untuk menghasilkan, namun ketika memasuki masa produktif, hasilnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi warga,” ujar Thariq.
Ia menambahkan, penanaman durian tersebut sekaligus memperkuat gerakan “One Man, Ten Trees” yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.
Konsep penghijauan yang dibangun, kata Thariq, tidak semata-mata mengejar peningkatan kualitas lingkungan. Pemerintah juga mendorong pemilihan jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi sehingga setiap pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat ganda.
“Insyaallah setiap pohon yang ditanam bisa memiliki dua fungsi sekaligus: menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dan menjadi investasi produktif untuk masa depan,” terangnya.
Keterlibatan murid dan guru dalam gerakan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi pertanian produktif.
Sementara itu, penanaman durian premium seperti Musang King dan Black Thorn membuka peluang bagi Desa Cempaka Putih untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra buah unggulan di Gorontalo Utara.
Jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, tanaman tersebut diyakini mampu memberikan hasil ekonomi dalam jangka panjang sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa.
“Jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, hasil panen nantinya berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan baru masyarakat,” tegasnya.












