Publishare.id- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Gorontalo Utara resmi dimulai. Peletakan batu pertama pembangunan tersebut berlangsung di Desa Tolinggula Pantai, Kecamatan Tolinggula, Kamis (27/8/2026).
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, hadir langsung dalam momentum tersebut. Kegiatan turut dihadiri Kapolres Gorontalo Utara, Kepala Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara, Anggota DPRD Gorut Fatri Botutihe, camat, kepala desa, para nelayan serta sejumlah undangan lainnya.
Bupati Thariq Modanggu dalam sambutannya mengungkapkan, perjuangan untuk mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih tidaklah mudah. Dengan wilayah pesisir Gorontalo Utara yang sangat luas, pemerintah daerah harus berulang kali melakukan komunikasi dan memperjuangkan program tersebut di tingkat pemerintah pusat.
“Saya termasuk kepala daerah yang paling stres, karena dengan luas sebesar ini, saya sampai dua kali ke Jakarta. Alhamdulillah, ada orang Gorontalo di kementerian yang ikut memperjuangkan, sehingga kita mendapatkan 16 titik Kampung Nelayan di Gorontalo Utara,” ungkapnya.
Menurut Thariq, Desa Tolinggula Pantai dipilih sebagai salah satu lokasi pembangunan karena memenuhi kriteria yang ditetapkan kementerian, terutama dari sisi lokasi dan ketersediaan lahan.
Ia menyebut, program tersebut menjadi sesuatu yang patut disyukuri masyarakat Gorontalo Utara. Sebanyak 16 titik Kampung Nelayan Merah Putih di daerah itu mendapat dukungan anggaran yang secara keseluruhan mencapai sekitar Rp.65 miliar.
Thariq menegaskan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional sehingga pelaksanaannya harus dikawal bersama agar pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
“Ini program strategis nasional yang akan dikawal. Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Mari kita kawal pembangunan Kampung Nelayan ini,” tegasnya.
Kepada pihak pelaksana, Bupati meminta agar seluruh pekerjaan dilaksanakan secara profesional dan sesuai ketentuan.
“Harapan saya kepada pelaksana, laksanakan program ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Nelayan Diminta Bersiap
Tak hanya pembangunan fisik, Thariq juga meminta para nelayan mempersiapkan diri menyambut hadirnya berbagai fasilitas penunjang di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurutnya, keberadaan berbagai fasilitas tersebut harus diikuti dengan kesiapan masyarakat agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh para nelayan.
“Saya berharap kepada nelayan, pembangunan Kampung Nelayan ini harus membuat para nelayan mempersiapkan diri, karena nantinya akan ada banyak fasilitas penunjang,” kata Bupati.
Thariq bahkan telah menyiapkan konsep pengembangan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan permukiman dan fasilitas dasar, tetapi juga pada aspek lingkungan serta penguatan ekosistem laut.
Ia menyampaikan rencana untuk memperjuangkan bantuan bibit pohon melalui Kementerian Kehutanan di Jakarta.
“Saya sudah susun satu konsep. Hari Senin depan, insyaallah, saya akan perjuangkan bibit pohon di Kementerian Kehutanan di Jakarta,” terangnya.
Konsep tersebut, lanjut Thariq, akan dikembangkan dengan sejumlah program Temani Laut, dimana pada program itu akan ada upaya menjaga ekosistem laut dengan pembuatan ekosistem “kamar-kamar ikan” sebagai bagian dari penguatan habitat serta sumber daya perikanan.
“Dengan demikian, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak berhenti sebagai proyek pembangunan kawasan, tetapi berkembang menjadi ekosistem baru yang mampu mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan,” tukas Thariq.












