Publishare.id – Di balik kesibukan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara, terdapat sosok yang dikenal dekat dan menginspirasi para tenaga kesehatan. Ia adalah Erich Talarima, S.Kep., MM, Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan RSUD ZUS.
Meski namanya tidak banyak dikenal masyarakat luas, Erich merupakan figur yang akrab di lingkungan rumah sakit. Dengan pembawaannya yang ramah dan komunikatif, ia kerap menjadi sumber motivasi bagi para tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Erich, membangun suasana kerja yang nyaman dan penuh semangat menjadi salah satu kunci meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Ia menilai hubungan yang harmonis antarpegawai dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
“Kalau bekerja, tentu harus fokus bekerja. Namun saat senggang, tidak ada salahnya bercanda atau makan bersama. Suasana seperti ini penting untuk menjaga semangat kerja, terutama bagi para perawat yang bertugas selama 24 jam dalam sistem shift,” ujarnya.
Erich menegaskan bahwa kompetensi dan keterampilan medis harus diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi yang baik. Baginya, sikap ramah dan empati terhadap pasien merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Ia terus mendorong para perawat untuk membangun citra positif rumah sakit melalui pelayanan yang humanis dan penuh kepedulian.
“Pasien dan keluarga pasien harus merasa dihargai. Ketika masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, kepercayaan terhadap rumah sakit akan semakin kuat,” kata Erich, Selasa (3/6/2026).
Lebih lanjut, Erich menilai pelayanan paripurna harus menjadi budaya kerja yang dibangun setiap hari. Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan terbaik secara konsisten.
Ia juga mengingatkan pentingnya memuliakan pasien dalam setiap proses pelayanan. Sikap menghargai dan memperlakukan pasien dengan penuh kasih diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap proses penyembuhan.
“Jika senyuman bisa menjadi obat, maka sentuhan pelayanan yang tulus dapat menjadi energi bagi pasien untuk tetap semangat dan optimistis. Perawat bukan hanya pelayan kesehatan, tetapi juga harus menjadi cahaya dan harapan bagi pasien,” ujarnya.
Erich berharap berbagai masukan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan RSUD ZUS dapat terus menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari waktu ke waktu.
Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang humanis, RSUD Zainal Umar Sidiki terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.












