Publishare.id – Keindahan budaya Gorontalo kembali menjadi sorotan pada puncak pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, tampil cantik dan elegan mengenakan busana khas Gorontalo, Karawo, yang menjadi simbol kebanggaan daerah.
Kehadiran kedua pemimpin perempuan tersebut dengan balutan Karawo berhasil mencuri perhatian para peserta dan tamu undangan yang memadati arena puncak PENAS XVII. Busana Karawo yang dikenakan menampilkan keindahan sulaman khas Gorontalo dengan motif yang anggun dan bernilai seni tinggi, sekaligus memperlihatkan kekayaan warisan budaya daerah kepada para tamu dari berbagai provinsi di Indonesia.
Idah Syahidah tampil memukau dengan Karawo bernuansa elegan yang mencerminkan identitas perempuan Gorontalo yang berwibawa dan berbudaya. Sementara itu, Sherly Tjoanda Laos terlihat anggun mengenakan Karawo yang menambah kesan harmonis dalam suasana perhelatan nasional yang dihadiri ribuan petani dan nelayan dari seluruh penjuru Indonesia.
Momentum ini menjadi ajang promosi budaya yang efektif, di mana Karawo tidak hanya dikenakan sebagai busana resmi, tetapi juga menjadi representasi kearifan lokal Gorontalo di hadapan ribuan peserta PENAS XVII. Kehadiran para kepala daerah dengan mengenakan Karawo menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian serta pengembangan industri kreatif berbasis budaya daerah.
Puncak PENAS XVII yang digelar di Kabupaten Gorontalo pada Rabu (24/6/2026) menjadi momen penting bagi promosi sektor pertanian, perikanan, dan pemberdayaan masyarakat. Di tengah semarak kegiatan nasional tersebut, pesona Karawo yang dikenakan Idah Syahidah dan Sherly Tjoanda Laos semakin menegaskan bahwa budaya Gorontalo memiliki daya tarik yang kuat dan mampu tampil membanggakan di panggung nasional.












