Publishare.id- Langkah konkret menuju industrialisasi sektor pertambangan akhirnya mulai terlihat nyata di Gorontalo Utara. Pemerintah daerah menunjukkan keseriusannya dengan turun langsung ke lapangan, meninjau rencana pembangunan smelter yang digadang-gadang menjadi tonggak perubahan ekonomi daerah.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, bersama Dewi Sartika Pasande (DSP), melakukan peninjauan lokasi pembangunan smelter milik Koperasi Cahaya Tambang Gorontalo Utara (KCTGU) di Desa Datahu, Kecamatan Anggrek, Rabu (1/4/2026).
Kunjungan ini jauh dari sekadar agenda simbolik. Pemerintah daerah menegaskan bahwa proyek smelter tersebut merupakan bagian dari strategi besar dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam.
Tak hanya berfokus pada aktivitas tambang emas, smelter KCTGU diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Proyek ini diyakini mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah hasil tambang, serta mendorong lahirnya industri turunan di daerah.
Yang menarik, keterlibatan investor internasional dalam proyek ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan terhadap potensi Gorontalo Utara. Sosok DSP disebut-sebut berperan penting dalam membuka jalan bagi masuknya investasi berskala besar tersebut.
Selama ini, hasil tambang dari wilayah tersebut umumnya dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kehadiran smelter diharapkan menjadi solusi nyata, memungkinkan proses hilirisasi dilakukan langsung di daerah sehingga keuntungan ekonomi tidak lagi mengalir keluar.
Desa Datahu sendiri dinilai strategis sebagai lokasi pembangunan, mengingat kedekatannya dengan wilayah pertambangan rakyat. Kawasan ini pun diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengolahan tambang di Gorontalo Utara.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar terhadap proyek ini. Selain meningkatkan pendapatan daerah, pembangunan smelter juga diharapkan mampu menata aktivitas pertambangan menjadi lebih tertib, berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan langkah ini, Gorontalo Utara mulai menapaki babak baru—beralih dari daerah penghasil bahan mentah menuju kawasan industri tambang yang bernilai tambah tinggi.
