Publishare.id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kali ini, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menyerahkan bantuan sarana perikanan berupa 14 unit mesin tempel dan 41 unit box fiber kepada nelayan di Desa Dumolodu, Kecamatan Gentuma Raya, Rabu (14/10/2026).
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempermudah aktivitas melaut, meningkatkan efektivitas penangkapan ikan, serta membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan.
Dalam sambutannya Bupati Thariq Modanggu mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam mendukung kebutuhan masyarakat nelayan.
“Tentu ini berkat kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif. Harapan kami, bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para nelayan,” kata Bupati Thariq Modanggu.
Bupati juga menyinggung kondisi musim kemarau yang tengah berlangsung. Menurutnya, di tengah ancaman kekeringan di daratan, laut tetap menjadi sumber penghidupan yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana.
“Sekarang ini musim kemarau. Untung tidak kekeringan di laut, karena hanya laut yang tidak kering,” ucapnya.
Thariq berharap, dengan adanya bantuan mesin tempel, para nelayan tidak perlu lagi menempuh jarak terlalu jauh untuk mendapatkan hasil laut. Dukungan sarana tersebut diharapkan membuat aktivitas melaut lebih efektif sekaligus berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga nelayan.
“Kami berharap dengan adanya bantuan ini, para nelayan bisa lebih mudah dalam mengambil hasil laut. Pada akhirnya, ini harus memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Thariq juga menjelaskan, Gorontalo Utara memiliki 16 kampung nelayan. Menurutnya, keberadaan kampung-kampung tersebut menyimpan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir apabila didukung fasilitas memadai dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan sektor perikanan tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan peralatan. Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut juga harus menjadi perhatian bersama.
“Selain bantuan kampung nelayan, saya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut. Saya punya konsep Temani Laut. Mari kita sama-sama menjaga laut,” ungkapnya.
Melalui konsep tersebut, Thariq mendorong upaya pelestarian laut, salah satunya dengan membuat kamar-kamar ikan, yakni area yang dirancang sebagai tempat berlindung dan berkembang biak bagi ikan agar potensi sumber daya perikanan tetap terjaga.
Menurutnya, kelestarian laut memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan mata pencaharian nelayan. Ketika ekosistem laut terjaga, peluang memperoleh hasil tangkapan yang melimpah juga semakin terbuka.
“Kalau kelestarian laut kita jaga, insyaallah hasil nelayan juga akan melimpah dengan konsep membuat kamar-kamar ikan,” jelasnya.
Bupati Thariq jugaa menegaskan bahwa tanggung jawab pemerintah tidak berhenti pada penyerahan bantuan kepada masyarakat. Pemerintah juga harus memikirkan bagaimana alam tetap terjaga agar sumber penghidupan masyarakat dapat dinikmati secara berkelanjutan.
“Pekerjaan jadi seorang bupati itu bukan hanya soal kasih-kasih bantuan, tetapi bagaimana kita memperbaiki dan melestarikan alam, khususnya kelestarian laut,” tegas Thariq.
Setelah itu, Thariq berharap konsep kamar-kamar ikan dapat diterapkan di wilayah lain, termasuk Kecamatan Ponelo Kepulauan.
“Mulai dari Dumolodu, insyaallah setelah ini konsep kamar ikan akan kita laksanakan di Ponelo Kepulauan,” terangnya.
Thariq menegaskan komitmennya untuk terus bekerja hingga akhir masa jabatannya, terutama dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian sumber daya alam di Gorontalo Utara.
“Sampai akhir masa jabatan saya, saya akan kerja keras untuk bagaimana kelestarian laut kita tetap terjaga.” pungkasnya.












