Publishare.id- Menyikapi insiden dugaan pemukulan warga yang terjadi di Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata timur pada tanggal 8 Agustus beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Lingkungan hidup, Tamrin Sirajudin, angkat bicara.
Menurutnya, apa yang diberitakan disalah satu media online, merupakan satu hal yang berlebihan dan tidak sesuai dengan apa yang terjadi.
Kepada media ini Tamrin menjelaskan, bahwa sampai dengan saat ini Bupati Gorut, Thariq Modanggu Tidak pernah mengeluarkan instruksi, himbauan, ataupun surat edaran perihal pemasangan umbul-umbul dengan warna tertentu.
“Pak Bupati tidak pernah mengeluarkan surat edaran soal warna umbul-umbul, dan kalau di dalam berita di sebutkan sampai menyebut ada yang melanggar surat edaran Bupati, saya tegaskan lagi tidak ada instruksi Bupati soal pemasangan warna tertentu untuk pemasangan atribut rumbai-rumbai dan umbul-umbul,” kata Tamrin Panitia
Tamrin juga menghimbau, kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk tidak terlalu mempolitisir insiden yang terjadi di desa Dulukapa.
“Yang kami keluarkan itu hanya petunjuk pelaksanaan lomba antar desa, dimana dalam surat itu tertuang salah satu poin yang menyebut penggunaan atribut rumbai-rumbai dengan warna kuning, ketika kami menyerahkan surat itu ke seluruh camat untuk dimintai tanggapan, tidak ada yang melakukan protes dengan petunjuk pelaksanaan kegiatan itu, artinya tidak ada masalah. Kalaupun kami menyebut salah satu poin menggunakan atribut rumbai-rumbai dengan warna kuning, itu tujuannya bukan menyinggung soal warna partai, tapi soal makna warna kuning yang ada di dalam adat Gorontalo melambangkan kematangan,” terangnya.
Sebagai perwakilan dari panitia pelaksana, Tamrin juga memohonkan maaf kepada seluruh masyarakat Gorut atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Atas nama panitia pelaksana saya pribadi memohonkan maaf yang sebesar-besarnya, atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tandasnya.












