Serahkan Bantuan Untuk Nelayan Tomilito, Thariq Ajak Masyarakat Rawat dan Cinta Laut 

Publishare.id- Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, meskipun di tengah kondisi keuangan daerah yang terdampak kebijakan efisiensi dan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Gorontalo Utara dalam kegiatan penyerahan bantuan dan pembinaan kepada masyarakat pesisir. Ia mengajak seluruh penerima bantuan untuk mensyukuri nikmat yang telah diterima dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

“Alhamdulillah, meskipun kondisi keuangan daerah sedang tidak mudah, pemerintah daerah tetap berupaya hadir melayani masyarakat. Bantuan yang diterima ini agar dimanfaatkan dengan baik. Kita syukuri nikmat ini, karena sejatinya semua berasal dari Allah SWT,” kata Bupati Thariq, Rabu (24/12/2025).

Bupati juga menekankan bahwa rasa syukur bukan hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan melalui pemanfaatan bantuan secara bertanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa bantuan yang diberikan tidak bersifat terus-menerus, karena pemerintah akan melakukan sistem pergiliran agar masyarakat lain juga dapat merasakan manfaat yang sama.

“Kalau bantuan ini dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, insyaallah ke depan masih ada kesempatan. Tapi kalau disalahgunakan, tentu akan menjadi bahan evaluasi,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya sertifikat kelayakan melaut yang dianalogikan sebagai Surat Izin Mengemudi (SIM). Menurutnya, sertifikat tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi bukti bahwa nelayan telah dibekali ilmu dan keterampilan yang harus diterapkan di lapangan.

“Kalau sudah punya sertifikat, berarti sudah punya ilmu. Ilmu itu harus digunakan dengan benar agar melaut lebih aman, efisien, dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan keprihatinannya terhadap praktik penangkapan ikan yang merusak, seperti penggunaan bom ikan. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut sangat berbahaya, tidak hanya bagi lingkungan laut tetapi juga mengancam keselamatan nelayan sendiri.

“Bom ikan itu merusak segalanya. Bukan hanya ikan besar, tapi juga telur ikan, terumbu karang, bahkan ekosistem laut. Sekali bom mungkin untung, tapi setelah itu laut rusak dan nelayan sendiri yang rugi,” katanya.

Bupati mengungkapkan bahwa Gorontalo Utara memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo, bahkan berbatasan dengan wilayah strategis. Oleh karena itu, menjaga laut merupakan tanggung jawab bersama. Meski kewenangan pengawasan laut berada di tingkat provinsi, Pemkab Gorontalo Utara tidak tinggal diam dan telah mengusulkan penguatan pengawasan serta pembentukan satuan tugas (satgas) penanganan laut.

Ia juga menyinggung potensi besar sektor pariwisata bahari. Menurutnya, keindahan laut Gorontalo Utara bisa menjadi sumber ekonomi baru jika dijaga dengan baik.

“Kalau laut kita indah, ikan banyak, orang datang menyelam dan berwisata, uang masuk ke daerah. Tapi kalau rusak, satu orang saja bercerita buruk, dampaknya bisa ke mana-mana,” terangnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, untuk bersama-sama menjaga laut sebagai sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang.

“Mari kita jaga laut kita. Laut adalah kehidupan, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk anak cucu kita nanti,” pungkasnya.

Exit mobile version