Publishare.id- Sejak tahun 1980 setiap 27 September diperingati sebagai Hari Pariwisata Sedunia. Hal ini sebagai tolok ukur pariwisata sedunia agar tercipta iklim pariwisata yang bertanggung jawab, pariwisata berkelanjutan serta pariwisata yang dapat di akses oleh semua orang. Dengan adanya Hari Pariwisata Sedunia di harapkan terciptanya peningkatan kesadaran terhadap peran sektor pariwisata di dalam masyarakat dunia dan menunjukkan bahwa pariwisata sebagai pengungkit nilai sosial, budaya, politik serta ekonomi.
Peringatan hari pariwisata sedunia yang digelari Pemkab Gorut sendiri mengusung tema 45 th world tourism day Tourism and sustainable transformation for Gorut Bercahaya just in Gorut. Dimana meskipun tanpa APBD dan dengan keterbatasan anggaran pemerintah daerah bisa melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Pariwisata Sedunia di lokasi Pontolo Indah.
“Meskipun tanpa APBD, kegiatan program daerah tetap bisa berjalan dengan baik, sebuah hal yang disebut sebagai hal luar biasa karena bisa berjalan tanpa anggaran signifikan. Ini menjadi ciri khas Gorontalo Utara, yang tetap bisa bergerak meski dalam keterbatasan,” kata Bupati Gorut Thariq Modanggu, Sabtu (27/9/2025).
Bupati juga menjelaskan, peringatan hari pariwisata sedunia yang dilaksanakan pada hari ini mencerminkan bahwa berbagai potensi Indonesia seakan terkonsentrasi di Gorontalo Utara, dari laut, daratan, budaya, hingga kekayaan alamnya.
“Kita memiliki Garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo juga dimiliki oleh Gorontalo Utara, yaitu sepanjang 317 km, dan potensi pariwisata kita sangatlah bagus, sehinggannya Dalam kondisi anggaran terbatas, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Makanya Alih-alih membuat kegiatan terpisah yang membutuhkan banyak anggaran (misalnya, kegiatan mopomulo sendiri, pariwisata sendiri, penandatanganan MOU sendiri red) maka saya pilih pendekatan one event for all—satu kegiatan yang mencakup semuanya,” jelasnya.
Diakhir sambutannya, Bupati Thariq mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Insyaallah Kegiatan ini dirancang untuk menjadi agenda besar tahunan, bersifat budaya, dan terus-menerus dilaksanakan oleh masyarakat, bukan hanya pemerintah. Pemerintah hanya menjadi fasilitator atau pendaftarnya, sementara masyarakat menjadi pelaku utama,” pungkasnya.
