Publishare.id – Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, turun langsung ke Kecamatan Biau, Sabtu (3/10/2026), untuk meninjau kondisi saluran air dan intake yang menjadi sumber kebutuhan air minum sekaligus irigasi masyarakat.
Peninjauan tersebut dilakukan menyusul kerusakan jaringan pipa akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Akibatnya, aliran air dari intake tidak lagi masuk melalui jalur pipa distribusi menuju instalasi pengolahan air.
Di lokasi, Thariq melihat langsung kondisi sumber air yang ternyata masih mengalir secara terus-menerus. Namun, aliran tersebut telah keluar dari jalur pipa akibat kerusakan yang ditimbulkan banjir.
Melihat kondisi itu, Thariq mengambil langkah cepat dengan menginisiasi pembersihan saluran sekaligus membuat bendungan sementara agar air yang masih tersedia dapat kembali dimanfaatkan.
“Alhamdulillah, pipa yang menyalurkan air dari intake memang rusak atau tidak tersambung akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Tetapi tadi kita melihat air masih terus mengalir di intake. Hanya saja, air itu tidak lagi mengikuti jalur pipa,” Kata Bupati Thariq Modanggu.
Bersama jajaran terkait dan masyarakat, Thariq bahkan menghabiskan waktu sekitar enam jam di lokasi untuk membersihkan saluran air dan membuat bendungan kecil sebagai solusi sementara.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Osna Haluti, Direktur Perumda Tirta Gerbang Emas Manto Rahmola, Kepala Dinas PUPR, Camat Biau, kepala desa, tokoh masyarakat, jajaran Perumda beserta dewan pengawas, serta Dinas Pertanian yang diwakili Kepala Bidang Ben Nento.
Menurut Thariq, bendungan sementara tersebut diharapkan dapat mengarahkan kembali aliran air menuju jaringan pipa distribusi yang selanjutnya dialirkan ke instalasi pengolahan air.
“Tadi kita sudah mengangkat pipa ke atas. Saya sudah arahkan pihak Perumda dan Dinas Pertanian untuk segera menyiapkan pipa-pipa yang dibutuhkan. Dari bendungan kecil yang kita buat tadi, air nantinya diarahkan kembali ke pipa distribusi menuju pengolahan air,” jelasnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya sementara untuk memastikan sumber air yang masih tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama di tengah kondisi cuaca yang belum dapat dipastikan.
“Harapan saya kepada pihak Perumda untuk segera memasang dan menyambungkan kembali pipa, sehingga air ini bisa dialirkan lagi ke jaringan air bersih yang ada di Kecamatan Biau,” tegas Thariq.
“Walaupun kita belum tahu sampai kapan hujan ini turun, alhamdulillah dengan adanya air yang masih mengalir di daerah intake ini, bisa kita manfaatkan untuk sementara,” sambungnya.
Tak hanya fokus pada pemulihan jaringan air, Thariq juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan tangkapan air di sekitar intake. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan maupun memanfaatkan lahan yang dapat mengganggu fungsi kawasan tersebut.
Menariknya, kunjungan itu sekaligus diarahkan pada upaya pemanfaatan lahan melalui program pembangunan sektor pertanian dan penghijauan.
Thariq mengajak Dinas Pertanian melihat langsung potensi lahan yang ada untuk dapat dikembangkan melalui program G-30 PB (Gorontalo Utara 2030 Produsen Buah)sebagai bagian dari implementasi Gerakan Agro Mopomulo.
“Kita juga melihat mengapa Dinas Pertanian saya ajak langsung. Lahan-lahan yang sudah ada ini kita coba manfaatkan untuk kepentingan program, termasuk ditanami melalui G-30 PB, Gorontalo Utara 2030 Produsen Buah, sebagai bentuk implementasi Gerakan Agro Mopomulo,” terangnya.
Bupati menambahkan, hasil peninjauan tersebut tidak berhenti pada kegiatan di lapangan. Ia akan melakukan evaluasi dan memastikan tindak lanjut pemasangan pipa hingga distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Saya juga sudah sampaikan kepada Pak Direktur Perumda bahwa hasil yang kita lihat hari ini akan saya evaluasi lagi, termasuk tindak lanjut pemasangan pipa dan distribusi air bersih kepada masyarakat,” pungkas Thariq.












