Publishare.id- Komitmen Pemerintahan Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusup dalam percepatan penanganan pascabencana banjir bandang di Kecamatan Biau mulai menunjukkan hasil. Salah satu langkah konkret yang saat inu direalisasikan adalah perbaikan tanggul irigasi yang jebol di Desa Didingga, yang menjadi salah satu penyebab utama meluasnya genangan air ke wilayah permukiman warga.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, bergerak cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama pihak Balai Wilayah Sungai dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo. Koordinasi tersebut dilakukan baik secara lisan melalui sambungan telepon maupun secara resmi melalui surat yang dikirimkan pemerintah daerah.
Langkah cepat tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan H2PB (Hulu-Hilir Pascabencana) yang dicanangkan Bupati Thariq untuk memastikan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga menyentuh akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya banjir.
“Bencana ini harus ditangani secara menyeluruh. Tidak cukup hanya membantu masyarakat yang terdampak, tetapi juga memastikan penyebab banjir dapat segera diatasi agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Bupati Thariq. Minggu (31/5/2026).
Untuk mempercepat tindak lanjut di lapangan, Bupati juga menugaskan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gorontalo Utara untuk melakukan koordinasi langsung dengan instansi teknis terkait, baik di tingkat provinsi maupun pemerintah pusat.
“Alhamdulillah Hasil koordinasi tersebut mulai membuahkan hasil. Perbaikan tanggul irigasi yang jebol di Desa Didingga kini masuk dalam agenda penanganan prioritas. Infrastruktur saya nilai sangat penting karena berfungsi melindungi lahan pertanian dan permukiman masyarakat dari luapan air saat curah hujan tinggi,” ungkap Thariq.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga sedang mempercepat proses penanganan normalisasi sementara Sungai Didingga, khususnya pada titik yang menghantam kawasan permukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) Didingga saat banjir bandang terjadi beberapa waktu lalu.
“Insyaallah Normalisasi yang kita lakukan ini bisa mengurangi risiko luapan air serta memperlancar aliran sungai yang selama ini mengalami perubahan jalur akibat tingginya debit air saat bencana,” terang Bupati.
Sementara itu, Masyarakat setempat menyambut positif langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah. Mereka berharap perbaikan tanggul dan normalisasi sungai yang saat ini tengah dilakukan bisa meminimalisir terjadinya bancana susulan.
“Saya kira, dengan adanya kebijakan H2PB yang digagas Bupati Thariq Modanggu ini merupakan langkah nyata yang mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Biau,” pungkas Bais.












