Publishare.id- Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mulai mengakselerasi hilirisasi sektor peternakan melalui pengembangan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Gorontalo Utara dan PT Agrikultur Global Khatulistiwa (PT AGK).
Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf menegaskan, kerja sama tersebut bukan sekadar upaya meningkatkan produksi ayam, tetapi menjadi langkah membangun ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, potensi peternakan di Gorontalo Utara harus mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, pengembangan peternakan tidak boleh berhenti pada aktivitas budidaya, tetapi harus terhubung dengan pengolahan, pemasaran, teknologi, hingga pengembangan produk turunan.
“Kerja sama ini merupakan langkah konkret Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara dalam mendorong hilirisasi sektor peternakan. Kita tidak ingin pembangunan peternakan hanya berhenti pada kegiatan budidaya, tetapi harus dilanjutkan sampai pada pengolahan, pemasaran, dan penciptaan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Nurjanah, Senin (17/8/2026).
Melalui program tersebut, mata rantai usaha perunggasan akan dikembangkan secara terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengelolaan hasil produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan berbagai produk turunan ayam.
Pemkab Gorontalo Utara melihat hilirisasi sebagai kunci untuk mengubah potensi peternakan menjadi kekuatan ekonomi baru daerah. Selama ini, pengembangan sektor peternakan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses sarana produksi, teknologi, manajemen usaha, permodalan, hingga kepastian pasar.
Kehadiran PT AGK diharapkan mampu memperkuat sisi teknologi, manajemen, produksi dan akses pasar. Sementara pemerintah daerah akan mengambil peran dalam fasilitasi, koordinasi lintas sektor, penciptaan iklim usaha yang kondusif serta memastikan program berjalan searah dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Yang tak kalah penting, program ini membuka ruang lebih besar bagi peternak lokal untuk masuk ke dalam rantai bisnis perunggasan,” terang Wabup.
Peternak diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi bagian dari ekosistem usaha yang memperoleh akses terhadap teknologi, pendampingan, pasar dan peluang peningkatan pendapatan.
Hilirisasi juga memungkinkan komoditas ayam tidak hanya dijual sebagai produk primer. Hasil produksi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan dengan nilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, rantai ekonomi yang tercipta menjadi semakin panjang dan berpotensi menyerap tenaga kerja serta menggerakkan usaha mikro dan kecil di daerah.
Di sisi lain, pengembangan industri ayam secara terintegrasi dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan ketersediaan sumber protein hewani bagi masyarakat Gorontalo Utara.
Nurjanah menekankan, keberhasilan program tersebut membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, peternak, kelompok masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
Wabup juga berharap, Penandatanganan PKS dengan PT AGK pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni kerja sama, melainkan segera diterjemahkan menjadi program yang memberikan dampak nyata: produksi meningkat, pendapatan peternak bertambah, lapangan kerja terbuka dan ekonomi daerah bergerak.
“Ke depan, Pemkab Gorontalo Utara akan terus mendorong pembangunan sektor peternakan berbasis kemitraan, investasi, teknologi, data dan hilirisasi.
Dengan konsep tersebut, Hilirisasi Ayam Terintegrasi diproyeksikan menjadi salah satu fondasi ekosistem ekonomi baru Gorontalo Utara yang mempertemukan peternak, pemerintah, dunia usaha, teknologi, industri pengolahan dan pasar dalam satu rantai nilai yang saling menguntungkan,” tandasnya.
