Gagasan Bupati Thariq Soal Surga Kasih Sayang, Dapat Pujian Dari Akademisi UPI Bandung

Publishare.id – Inovasi pendidikan yang digagas Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, melalui Gerakan Surga Kasih Sayang (SKS) mendapat apresiasi dari kalangan akademisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Akademisi UPI Bandung, Dr. Hernawan, S.Pd., M.Pd., menilai Gerakan SKS sebagai gagasan inovatif yang mengedepankan nilai kasih sayang dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan harmonis.

Menurut Hernawan, gagasan yang diperkenalkan Bupati Thariq Modanggu tersebut menawarkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kualitas hubungan antarsesama warga sekolah.

“Menurut saya ini Sekolah Surga Kasih Sayang merupakan sebuah inovasi yang sangat luar biasa dari seorang Bapak Bupati, Pak Dr. Thariq Modanggu,” kata Hernawan. Senin (27/10/2026).

Hernawan mengungkapkan, setelah mengikuti pemaparan mengenai tiga pilar Gerakan SKS, ia melihat adanya gagasan untuk membangun sistem pendidikan yang menempatkan kasih sayang sebagai nilai utama dalam proses pembelajaran.

Ia menilai, penyusunan Kurikulum Surga Kasih Sayang menjadi langkah penting agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam aktivitas pendidikan di Gorontalo Utara.

“Nah, setelah saya mengikuti pemaparannya dengan tiga pilar, beliau sangat memahami betul bagaimana pendidikan di Gorontalo Utara itu harus diciptakan kurikulumnya, yaitu Kurikulum Surga Kasih Sayang,” ujar Hernawan.

Melalui pendekatan tersebut, hubungan antara siswa, guru, dan kepala sekolah diharapkan semakin harmonis. Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi peserta didik untuk tumbuh dengan rasa aman, saling menghargai, dan memiliki karakter positif.

Lebih lanjut, Hernawan berharap Gerakan Surga Kasih Sayang dapat berkontribusi dalam mencegah perundungan serta berbagai bentuk kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.

“Nilai kasih sayang harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, baik dalam interaksi antarsiswa maupun dalam hubungan antara guru, kepala sekolah, dan seluruh warga sekolah,” terangnya.

Ia juga optimistis, pendekatan pendidikan berbasis kasih sayang dapat menjadi bagian dari upaya memajukan pendidikan di Kabupaten Gorontalo Utara.

“Saya yakin pendidikan di Gorontalo itu akan maju di bawah kepemimpinan beliau dengan Surga Kasih Sayangnya ini,” ungkap Hernawan.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dalam mengembangkan Gerakan SKS mulai diarahkan pada penyusunan kurikulum pembelajaran yang mengintegrasikan nilai kasih sayang ke dalam proses pendidikan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Pembelajaran Surga Kasih Sayang pada Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk merumuskan penerapan nilai-nilai kasih sayang dalam kegiatan belajar mengajar sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta didik.

Pemerintah daerah juga mendorong Gerakan SKS agar menjadi bagian dari upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, termasuk dalam lingkungan keluarga.

Melalui penyusunan kurikulum tersebut, Pemkab Gorontalo Utara berharap sekolah dapat menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, penghormatan, dan keharmonisan.

“Tentu Apresiasi dari akademisi UPI Bandung ini menambah perhatian terhadap gagasan Gerakan Surga Kasih Sayang yang saya sudah gagas, Implementasi kurikulum di sekolah nantinya akan menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana nilai kasih sayang dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan pendidikan

di Gorontalo Utara,” pungkas Thariq.

 

Exit mobile version