Publishare.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara menegaskan agar pangkalan dan agen elpiji bersubsidi tiga kilogram memprioritaskan masyarakat miskin sebagai penerima utama bahan bakar bersubsidi tersebut.
“Gas melon ini untuk rakyat miskin. Kami minta pangkalan dan agen mendistribusikan sesuai sasaran,” tegas Anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara, Fitri Yusup Husain, Jum’at (07/11/2025).
Pernyataan itu disampaikan usai rapat Komisi II bersama agen dan pangkalan elpiji di Desa Cisadane, Kecamatan Kwandang. Rapat digelar menindaklanjuti keluhan warga yang kesulitan membeli gas bersubsidi di wilayahnya.
Menurut Fitri, banyak laporan masyarakat yang menyebut elpiji cepat habis atau sudah “dititipkan” untuk pihak tertentu. Untuk memastikan kebenarannya, Komisi II mengundang perwakilan Bagian Ekonomi dan SDA Setda, Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM, serta pihak agen dan pangkalan.
“Kami minta pangkalan tidak menjual ke warga di luar wilayah pelayanan, dan tidak menerima tabung titipan. Praktik seperti itu berpotensi menyebabkan harga di atas HET,” kata Fitri.
Fitri juga mendorong pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat agar penyaluran elpiji tiga kilogram benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Gorontalo Utara, Grace Mangosa, mengapresiasi langkah DPRD tersebut.
“Kami akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan memantau distribusi elpiji di lapangan agar tidak lagi salah sasaran,” ujar Grace.
