Bupati Thariq Tekankan Kompetensi dan Integritas Calon Kepala Sekolah

Publishare.id- Bupati Gorontalo Utara, Dr. Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I., secara resmi membuka Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan I jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2026 ini berlangsung di Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Gorontalo. Pelatihan tersebut diikuti para bakal calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Gorontalo Utara.

Selain membuka kegiatan, Bupati Thariq juga hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan wawasan dan perspektif kepemimpinan kepada para peserta yang dipersiapkan menjadi pemimpin satuan pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Thariq menegaskan bahwa pelatihan bakal calon kepala sekolah tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda rutin ataupun sekadar memenuhi persyaratan administratif. Sebaliknya, kegiatan ini harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu melahirkan calon pemimpin pendidikan dengan kapasitas, kompetensi, dan integritas yang kuat.

“Pelatihan ini jangan hanya menjadi kegiatan formalitas untuk memenuhi persyaratan administrasi. Harus ada hasil nyata yang diperoleh peserta, terutama dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi kepemimpinan. Kita ingin melahirkan kepala sekolah yang benar-benar mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi dunia pendidikan di Gorontalo Utara,” tegas Thariq.

Ia menjelaskan, seorang kepala sekolah harus memiliki lima kompetensi utama sebagai fondasi dalam menjalankan tugas kepemimpinan, yakni kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Menurutnya, kelima kompetensi tersebut harus berjalan secara seimbang. Kepala sekolah tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola administrasi dan organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi teladan, membangun inovasi, melakukan pembinaan terhadap guru, serta menjalin hubungan sosial yang baik dengan seluruh elemen pendidikan.

“Kepala sekolah bukan sekadar pejabat administratif di lingkungan sekolah. Ia adalah pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, sekaligus teladan bagi guru, peserta didik, dan masyarakat. Karena itu, lima kompetensi kepala sekolah harus benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam kepemimpinan sehari-hari,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Thariq juga memperkenalkan sekaligus memperkuat gagasan program unggulan daerah Sekolah Surga Kasih Sayang (SKS) sebagai salah satu pendekatan dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui konsep Sekolah Surga Kasih Sayang, ia mendorong agar sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi lingkungan yang menghadirkan kasih sayang, keteladanan, kepedulian, pembentukan karakter, dan penghargaan terhadap martabat setiap manusia.

“Sekolah harus menjadi tempat yang menghadirkan kasih sayang. Pendidikan bukan hanya tentang mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan kepedulian, dan memanusiakan manusia. Inilah semangat yang ingin kita bangun melalui Sekolah Surga Kasih Sayang,” jelas Thariq.

Exit mobile version