Publishare.id- Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi tonggak optimisme baru bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara. Program hilirisasi peternakan yang tengah didorong Pemerintah Daerah bersama PT AGK diyakini mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fitri Yusup Husain, menyambut baik program tersebut. Ia menilai hilirisasi dapat menjadi salah satu jalan strategis menuju peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Gorontalo Utara.
“Masya Allah, alhamdulillah. Ini menjadi kabar baik bagi daerah kita. Hilirisasi bukan hanya soal membangun industri, tetapi bagaimana investasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan PAD,” kata Fitri Yusup Husain, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, momentum tersebut dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT AGK dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dalam program hilirisasi peternakan ayam.
Program itu mencakup pembangunan ekosistem industri peternakan yang terintegrasi, mulai dari peternakan ayam, produksi pakan dan DOC (Day Old Chick), hingga pengalengan hasil produk ayam yang ditargetkan dapat menembus pasar ekspor.
Fitri mengungkapkan, salah satu poin penting yang menjadi bahan diskusinya adalah terkait besarnya potensi penyerapan tenaga kerja ketika dua pabrik yang direncanakan tersebut mulai beroperasi.
“Total tenaga kerja yang diperlukan diperkirakan mencapai 2.000 orang. Komposisinya sekitar 10 persen tenaga kerja asing, 10 persen tenaga profesional, dan 80 persen tenaga kerja lokal,” jelasnya.
Dengan komposisi tersebut, sekitar 1.600 tenaga kerja lokal diperkirakan akan mendapatkan kesempatan bekerja. Kualifikasi minimal yang diproyeksikan adalah lulusan SLTA atau sederajat.
Proses perekrutan tenaga kerja lokal diperkirakan mulai dilakukan pada Mei 2027, ketika progres pembangunan pabrik telah mencapai sekitar 80 persen.
Tak hanya membuka lapangan pekerjaan, keberadaan dua pabrik tersebut juga diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Fitri menyebut, potensi PAD yang dapat diperoleh Kabupaten Gorontalo Utara diperkirakan mencapai Rp75 miliar per tahun.
“Semoga ini menjadi jalan kemakmuran bagi rakyat Gorontalo Utara. Aamiin,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari lembaga legislatif, Fitri memastikan DPRD akan memberikan dukungan sekaligus melakukan pengawalan terhadap program tersebut agar berjalan sesuai dengan rencana.
“Kami sebagai anggota DPRD menyambut baik program ini. Kita kawal bersama agar program ini benar-benar berjalan sesuai rencana dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Fitri juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara serta Kepala Bappeda Gorontalo Utara, Rusli Akase, yang menurutnya sejak awal telah gigih memperjuangkan program hilirisasi tersebut.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, investor, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun industri daerah yang berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati, serta Ketua Bappeda Rusli Akase yang sejak awal terus memperjuangkan program hilirisasi ini. Mudah-mudahan ikhtiar bersama ini benar-benar menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Gorontalo Utara,” pungkas Fitri.












