Windra Lagarusu Hantam Pengelolaan BPJS Kesehatan: Jangan Tunggu Warga Kehilangan Nyawa !!!

Anggota Komisi 3 DPRD Gorontalo Utara, Windra Lagaurusu

Publishare.id- Persoalan pelayanan dan kepengurusan BPJS Kesehatan kembali menuai sorotan. Anggota DPRD Gorontalo Utara, Windra Lagarusu, melontarkan kritik keras terhadap pihak-pihak terkait yang dinilai belum mampu memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara cepat dan semestinya.

Windra menilai persoalan administrasi maupun mekanisme pelayanan tidak boleh berujung pada terhambatnya hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan, terlebih ketika kondisi pasien membutuhkan penanganan segera.

“Tidak becus kalian urus BPJS Kesehatan. Masyarakat harus kehilangan nyawa dulu baru kemudian semua pihak bergerak,” kata Windra Lagarusu, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, pelayanan kesehatan menyangkut keselamatan manusia sehingga setiap persoalan dalam kepesertaan maupun pembiayaan harus ditangani secara cepat, transparan, dan tidak saling melempar tanggung jawab.

Ia menegaskan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, maupun pihak penyelenggara jaminan kesehatan harus duduk bersama mencari solusi ketika masyarakat mengalami kendala dalam memperoleh pelayanan.

“Ini bukan sekadar urusan administrasi. Ini menyangkut nyawa manusia. Kalau ada warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan, jangan biarkan mereka dipusingkan dengan persoalan prosedur yang seharusnya bisa diselesaikan oleh pihak terkait,” ujarnya.

Windra meminta evaluasi menyeluruh terhadap persoalan pelayanan BPJS Kesehatan di daerah. Menurutnya, jangan sampai masyarakat yang sudah berada dalam kondisi sulit justru semakin terbebani oleh persoalan birokrasi dan koordinasi antarinstansi.

Ia juga mendorong adanya langkah konkret dari pihak terkait agar persoalan serupa tidak terus berulang. Baginya, ukuran keberhasilan sistem jaminan kesehatan bukan sekadar banyaknya peserta yang terdaftar, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar dapat memperoleh pelayanan ketika membutuhkan.

“Jangan menunggu ada korban, jangan menunggu ada keluarga yang kehilangan orang tercinta, baru kemudian persoalan ini dianggap serius. Pemerintah dan pihak terkait harus bertindak sebelum semuanya terlambat,” pungkasnya.

Exit mobile version