Publishare.id- Ketua DPRD Gorontalo Utara, Deddy Dunggio, menyoroti kelangkaan gas Elpiji ukuran 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir terutama di bulan suci ramadhan.
Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan warga, tetapi juga berdampak langsung pada pelaku usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan gas bersubsidi tersebut.
Menurut Deddy, antrean panjang dan kekosongan stok di sejumlah pangkalan menjadi indikasi perlunya evaluasi menyeluruh terhadap distribusi Elpiji 3 kg di wilayah Gorontalo Utara. Ia meminta instansi terkait segera melakukan pengawasan dan memastikan pasokan berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan.
“Gas Elpiji 3 kg ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat kecil. Jika terjadi kelangkaan, tentu sangat membebani warga, terutama pedagang kecil dan rumah tangga,” ujar Deddy Dunggio, Senin (23/2/2026).
Selain kelangkaan, Deddy juga menyoroti maraknya penjualan gas Elpiji 3 kg di luar pangkalan resmi dengan harga yang tidak wajar.
“Praktik penjualan gas di luar pangkalan semakin memperparah kondisi di tengah masyarakat. Saya juga dapat laporan, bahwa gas Elpiji dengan kepala merah yang dari wilayah kabupaten Gorontalo banyak di jual dengan harga tinggi di Gorut, ini jelas merugikan masyarakat,” tegas Deddy.
Ketua DPRD juga meminta aparat penegak hukum dan dinas terkait untuk menindak tegas oknum yang menjual Elpiji bersubsidi tidak sesuai ketentuan. Ia juga mendorong agar dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan dan pengecer guna memastikan distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Kita juga minta segera lakukan sidak di pasar, termasuk agen dan distributor, guna meminta penjelasan mengenai penyebab kelangkaan. Deddy menegaskan, pengawasan terhadap distribusi Elpiji 3 kg harus diperketat agar subsidi pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima,” pungkasnya.












