Andi B. Matawang Imbau Nelayan Waspadai Cuaca Buruk

Publishare.id- Legislator Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Andi Matawang mengimbau nelayan di daerah itu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk saat hendak melaut.

“Keselamatan diri wajib menjadi urusan prioritas, sehingga saat akan melaut, para nelayan diimbau memperhatikan cuaca atau berkoordinasi dengan pihak pelabuhan pendaratan ikan untuk memantau informasi cuaca terkini,” kata Andi di Gorontalo Utara, Senin(27/7/2026).

Ia mengatakan kondisi angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi saat ini mengharuskan nelayan meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas melaut untuk sementara waktu apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena itu penting untuk tidak memaksakan diri melaut apabila cuaca ekstrem,” kata anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara tersebut.

Menurut Andi, DPRD terus mendorong pemerintah daerah untuk merancang program pemberdayaan nelayan agar mereka tetap memiliki sumber pendapatan ketika kondisi cuaca ekstrem menghambat aktivitas melaut.

Ia mengatakan alokasi anggaran untuk program pemberdayaan nelayan perlu tetap menjadi perhatian, mengingat terdapat sejumlah sumber pendapatan alternatif yang dapat dikembangkan melalui program strategis.

Masyarakat di wilayah pesisir, kata Andi, juga diharapkan tetap memanfaatkan potensi laut, khususnya sektor perikanan tangkap. Namun, aktivitas tersebut harus dibarengi dengan program pemberdayaan sehingga nelayan tetap dapat memperoleh penghasilan ketika kondisi cuaca tidak bersahabat.

“Saya berharap imbauan tetap memprioritaskan keselamatan kerja saat melaut di musim cuaca ekstrem, tetap menjadi hal utama seperti halnya prioritas menjalankan program pemberdayaan agar nelayan tetap berpenghasilan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo Utara Faizal Piu mengatakan pihaknya terus mengaktifkan program pemberdayaan masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.

Kelompok nelayan dan pembudidaya, kata dia, terus mendapat pendampingan agar dapat berinovasi menghasilkan produk secara berkelanjutan, antara lain melalui budidaya rumput laut dan pengeringan ikan sebagai bahan baku produk pangan.

Menurut Faizal, ketika tidak melaut, nelayan dapat memanfaatkan waktu untuk menjemur rumput laut maupun melakukan kegiatan produktif lainnya.

“Kami terus mendampingi aktivitas nelayan di daerah ini. Tercatat ada sekitar 4.400 nelayan tangkap tersebar di 11 wilayah kecamatan khususnya di 78 desa pesisir,” pungkasnya.

Komentar