Publishare.id- Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, langsung bergerak cepat usai apel perdana pasca cuti bersama dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus pembinaan di Perumda Gerbang, perusahaan daerah yang bertanggung jawab atas penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya, Thariq menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan dasar, khususnya air bersih, berjalan optimal. Ia meninjau langsung berbagai proses operasional perusahaan, mulai dari kondisi sumber air, jaringan distribusi, hingga kinerja sumber daya manusia (SDM).
“Sebagai perusahaan yang diberi amanah oleh pemerintah daerah untuk menyediakan air bersih, saya perlu memastikan langsung bagaimana proses kegiatan di lapangan berjalan, sekaligus memberikan pembinaan,” ujar Thariq Modanggu, Senin (30/3/2026).
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya antisipasi menghadapi musim kemarau panjang tahun 2026. Berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Gorontalo Utara diperkirakan mulai memasuki periode kemarau pada Mei mendatang. Oleh karena itu, akhir Maret dimanfaatkan sebagai momentum persiapan.
Bupati menekankan pentingnya kesiapan sejak dini, mulai dari menjaga keberlanjutan sumber air baku, memperbaiki dan mengoptimalkan jaringan distribusi, hingga memaksimalkan kinerja SDM di Perumda Gerbang.
“Kita harus memastikan sumber-sumber air tetap terjaga, jaringan berfungsi maksimal, dan SDM bekerja optimal. Ini penting agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu saat kemarau panjang,” tegasnya.
Selain itu, Thariq juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jaringan serta menjalin koordinasi dengan balai terkait guna mendukung peningkatan infrastruktur air bersih.
Dalam sesi pembinaan, ia turut meminta seluruh aparatur Perumda Gerbang untuk meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan. Ia berharap seluruh jajaran mampu bekerja lebih responsif dan inovatif dalam menghadapi tantangan ke depan.
Tak hanya itu, Bupati juga telah meminta data terkait sumber-sumber air yang berpotensi kritis saat musim kemarau. Ia berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi tersebut guna memastikan langkah mitigasi dapat dilakukan secara tepat.
“Saya akan turun langsung melihat sumber-sumber air yang diperkirakan tidak mampu bertahan saat kemarau. Ini penting agar kita bisa mengambil langkah cepat dan tepat,” pungkasnya.












