Publishare.id- Publik mulai menyoroti rincian harga dan komposisi gizi pada Menu Kering MBG yang dibagikan kepada siswa oleh SPPG Kwandang Leboto, Kamis (26/2/2026).
Poster resmi yang beredar menampilkan daftar makanan, harga satuan tiap item, serta total nilai gizi untuk porsi besar dan porsi kecil.
Dalam poster tersebut, porsi besar disebut memiliki nilai Rp10.000, sementara porsi kecil Rp8.000. Namun, rincian harga per item yang tercantum memunculkan pertanyaan dari sejumlah orang tua dan pemerhati pendidikan.
Pada porsi besar, komponen makanan dan harga yang terlihat antara lain:
Bolu pandan kukus Rp3.500
Pia kacang hijau Rp2.500
Kacang telur Rp2.500
Buah duku Rp2.000
Jika dijumlahkan, totalnya sesuai dengan angka Rp10.000.
Sementara pada porsi kecil, harga yang tercantum:
Salah satu kue Rp3.500
Pia Rp2.500
Kacang telur Rp2.500
Buah Rp1.400
Totalnya juga mendekati Rp8.000.
Selisih Harga vs Selisih Gizi
Yang menjadi perhatian adalah selisih nilai gizi antara porsi besar dan kecil yang relatif tipis.
Dalam poster disebutkan:
Porsi Besar:
Energi 586,50 Kkal
Protein 12,85 gr
Lemak 15,40 gr
Karbohidrat 104,45 gr
Serat 6,10 gr
Porsi Kecil:
Energi 579,00 Kkal
Protein 12,60 gr
Lemak 15,00 gr
Karbohidrat 103,70 gr
Serat 5,90 gr
Perbedaan energi hanya sekitar 7,5 Kkal, protein berbeda 0,25 gram, dan karbohidat terpaut kurang dari 1 gram. Padahal selisih harga antara kedua paket mencapai Rp2.000.
Hal ini memunculkan pertanyaan: apakah perbedaan komposisi bahan benar-benar signifikan, atau hanya perbedaan ukuran visual dan berat bersih produk?
Minim Informasi Berat Bersih
Poster tidak mencantumkan berat gramasi tiap item maupun total berat bersih dalam masing-masing porsi. Tanpa informasi tersebut, publik sulit menilai apakah harga yang dibayarkan sebanding dengan kuantitas dan kualitas makanan yang diterima siswa.
Selain itu, tidak dijelaskan apakah harga tersebut murni harga bahan, sudah termasuk biaya distribusi, atau bagian dari program subsidi tertentu.
Pentingnya Keterbukaan
Program makanan siswa seharusnya menjunjung tinggi transparansi, terutama karena menyangkut konsumsi anak sekolah dan penggunaan anggaran yang sensitif secara sosial. Publik berhak mengetahui: Standar penetapan harga, Dasar perhitungan nilai gizi, Berat bersih tiap komponen, Sumber bahan pangan.
Kritik ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai dorongan agar pengelola program lebih terbuka dan detail dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan tambahan terkait metode perhitungan gizi maupun rincian gramasi setiap item dalam paket. Transparansi yang lebih lengkap diyakini akan meningkatkan kepercayaan orang tua dan memastikan bahwa program makanan siswa benar-benar memberi manfaat optimal bagi anak-anak.












