Muscab IV Pramuka Gorut Resmi Dibuka, Thariq Modanggu Dorong “Pramuka Surga Kasih Sayang” dan Program Kreatif

Bupati Gorontalo Utara, Thariq modanggu bersama Wakil Bupati, Nurjanah Hasan Yusup saat Muscab Pramuka

Publishare.id- Musyawarah Cabang (Muscab) IV Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2025 resmi dimulai dan berlangsung penuh khidmat di Aula Tinepo, Kantor Bupati, Minggu (7/12/2025). Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabincab), Thariq Modanggu, didampingi Wakil Ketua Mabincab, Nurjana Hasan Yusuf.

Dalam sambutannya, Thariq membuka dengan kisah perjalanan panjangnya bersama Pramuka yang telah ia jalani sejak tahun 1978. Ikatan emosional itu, kata dia, menjadi alasan kuat mengapa ia selalu hadir dan terlibat dalam setiap agenda kepramukaan.

Thariq menegaskan bahwa Muscab kali ini harus menghasilkan kepengurusan baru yang lebih progresif dan mampu menghadirkan terobosan-terobosan segar.

“Kepengurusan yang terpilih nanti harus melampaui. Harus ada sesuatu yang berbeda, tidak hanya sekadar perkemahan dan kegiatan rutin lainnya,” kata Bupati Thariq modanggu.

Ia juga mendorong Pramuka Gorontalo Utara untuk melahirkan program yang berdampak luas bagi masyarakat. Salah satu gagasan yang ia lontarkan adalah konsep “Pramuka Surga Kasih Sayang”, yakni gerakan yang menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan aksi nyata di masyarakat.

Tak hanya itu, Thariq juga menyoroti kebiasaan dalam kegiatan perkemahan yang kerap menebang pohon untuk mendirikan tenda tanpa diimbangi aksi penghijauan.

“Sudah berapa kali kita perkemahan, namun hanya menebang pohon untuk tenda. Kenapa kita tidak menanam? Kita sinkronkan dengan program pemerintah, Agro Mopomulo,” ujarnya.

Pernyataan itu ia kaitkan dengan filosofi Gorontalo:

“Siapa yang Mopomulo, tio tamo lipu. Jika ada orang yang hanya mo lipu tapi tidak Mopomulo, berarti itu penipu.”

Menurutnya, Pramuka harus menjadi teladan dalam memulai hal-hal baik.

Di akhir sambutannya, Thariq berpesan agar seluruh pengurus dan peserta Muscab tetap kreatif meski dalam segala keterbatasan.

“Terakhir, saya berpesan, berkreasilah dalam keterbatasan,” tandasnya.

Komentar